Residivis kasus narkoba Tomi, kembali tertangkap dalam kepemilikan ganja. Tomi minyimpan 25 linting ganja kering, 22 bungkus plastik ukuran kecil ganja siap edar dan dua bungkus plastik ukuran besar ganja. Ia juga tertangkap menanam dua anakan tanaman ganja.
Residivis kasus narkoba Tomi, kembali tertangkap dalam kepemilikan ganja. Tomi minyimpan 25 linting ganja kering, 22 bungkus plastik ukuran kecil ganja siap edar dan dua bungkus plastik ukuran besar ganja. Ia juga tertangkap menanam dua anakan tanaman ganja.

Residivis Narkoba Tanam Ganja di Rumahnya

SORONG, Cahayapapua.com— Kepolisian Kota Sorong berhasil membekuk seorang residivis kasus narkoba, Tomi (35), yang terjerat kembali dalam kepemilikan ganja, Rabu lalu. Polisi bahkan menemukan dua anakan tanaman ganja yang ditanam Tomi di rumahnya.

Kapolres Sorong Kota, AKBP. Edfrie Maith mengatakan kasus tersebut merupakan tekanan kepada para pengedar narkoba di daerah itu bahwa mereka akan dikejar.

“Kita akan terus mengungkap kasus pengedaran narkoba di Kota Sorong,” tegas Edfrie saat merilis pelaku dan barang bukti residivis pemilik ganja Tomy di Mapolres Kota Sorong Jumat (4/11).

Edfrie mengatakan Tomi merupakan residivis pengedar narkoba tahun 2010 yang dijatuhi vonis dua tahun penjara, namun tertangkap kembali dalam kasus yang sama.

Penangkapan Tomy dilakukan anggota Satuan Narkoba Polres Sorong Kota pada Rabu (2/11) sekitar pukul 16.00 WIT di kediamannya di Jalan Frans Kalasuat, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara.

Edfrie mengungkap penangkapan terhadap Tomy dilakukan berdasar penelusuran polisi. “Anggota kita sebelumnya mendengar informasi dari warga, kemudian dikembangkan dan langsung menuju kediamannya Tomi,” kata dia.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 25 linting ganja kering, 22 bungkus plastik bening ukuran kecil berisikan ganja siap edar, dua bungkus plastik bening ukuran besar berisikan ganja dan satu buah pot bunga berisikan dua tanaman ganja.

Barang tersebut menurut pengakuan Tomi diperoleh dari rekannya di Jayapura yang dikirim melalui kapal Pelni untuk diedarkan.

Sedangkan dua tanaman ganja miliknya ia mengaku hanya untuk iseng-iseng. “Kalau tanaman ganja menurut pengakuan Tomi, awalnya hanya coba-coba, tiba-tiba tumbuhlah dua pohon ganja tersebut,” terang Edfrie.

Tomi dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang nomor 35 tentang narkotika dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (NSR)

Tinggalkan Balasan