Warga Manokwari menyambut pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Manokwari Demas Paulus Mandacan serta Edi Budoyo (PADI) di Bandara Rendani Manokwari, Sabtu (23/1). Foto: Facebook/Padi Manokwari

Ribuan Warga Manokwari Sambut Pasangan PADI, Xaverius : Ini Bukan Pesta Kemenangan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kota Manokwari, Sabtu (23/1/2016) dibuat macet oleh ribuan masyarakat Manokwari yang menjemput Bupati dan Wakil Bupati terpilih Demas Paulus Mandacan serta Edi Budoyo (PADI) yang baru saja tiba di kota Manokwari usai mengikuti sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada di Kabupaten Manokwari.

Ketua Tim Pemenangan PADI, Xaverius Kameubun dalam jumpa persnya mengatakan, ada anggapan bahwa arak-arakan yang dilakukan ini merupakan kemenangan yang diperoleh PADI di MK, hal tersebut sangat keliru jika pikirkan seperti itu, dimana pesta penyambutan tersebut merupakan rasa simpati dari masyarakat kepada pemimpin Kabupaten Manokwari yang baru.

“Tim tidak melakukan suatu tindakan sistematis yang berhubungan dengan tetapi ini adalah tindakan suksesi dan antusias masyarakat yang turut memberitahukan bahwa pasangan PADI adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari periode 2016-2021,” ucapnya.

Dimana arak-arakan yang mengambil rute Bandara Udara Rendani, mengunjungi Kampung Ayambori dan melakukan ibadah bersama sebagai ungkapan yukur dan melanjutkan perjalanan ke Bumi Marina Asri.

Dirinya juga mengatakan, untuk semua masyarakat di Kabupaten Manokwari, saat ini waktunya untuk bergandeng tangan dan mendukung pemimpin Kabupaten Manokwari yang baru, sehingga harapan perubahan untuk Kabupaten Manokwari dapat terlaksana dan berjalan untuk masyarakat.

Sedikit dijelaskannya, dalam gugatan yang dilayangkan oleh kandidat pasangan nomor dua yakni Benny Boneftar dan Andarias Wam (BW) kepada KPU dan pihak terkait dalam hal ini pasangan PADI, terdapat empat item yang tidak terlalu signifikan dalam pembuktian pasangan nomor urut dua sebagai pemenang Pilkada di Kabupaten Manokwari.

Selain itu, pendaftaran yang dilakukan oleh BW ke MK di waktu yang salah dimana tanggal tersebut pendaftaran telah ditutup atau kadaluasa dan kemenangan sesungguhnya terletak pada 9 Desember hingga perhitungan jumlah suara di KPU Kabupaten Manokwari.

Mengingat kemenangan tersebut merupakan kemenangan yang ditentukan oleh rakyat dan bukan di tentukan oleh putusan MK. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM