Rico Sia. Foto: Facebook.com

Rico Sia Gugat Gubernur Papua Barat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.COM– Sidang perdana gugatan wanprestasi Direktur PT Putra Papua Perkasa, Rico Sia kepada Gubernur Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi, mulai bergulir, Selasa, (4/11/2014), di Pengadilan Negeri Manokwari, Papua Barat.

Kuasa hukum penggugat, Benri Napitupulu, SH menampik jika gugatan ini adalah bentuk “perlawanan” atas ditetapkannya Rico Sia sebagai tersangka dalam kasus korupsi pemindah bukuan anggaran sebesar 78 miliar rupiah dari kas daerah Papua Barat ke  rekening perusahaannya.

“Sejak awal kami tak berpikir bahwa ini adalah perlawanan. Kami hanya menggugat  kekurangan bayar proyek pembangunan Aiwasi-Kebar. Tidak lebih,” kata Napitupulu di luar ruang sidang.

Nilai proyek pembangunan jalan Aiwasi-Kebar yang dikerjakan oleh PT Putra Papua Perkasa sebesar 94,6 miliar rupiah. Namun yang baru terbayar sebesar 78,9 miliar rupiah. Itu sebabnya tujuan dari gugatan ini, sebut Napitulu, adalah untuk menuntut sisa 15,7 miliar yang belum dibayar oleh tergugat.

Tapi dana yang diterima oleh Rico sebesar 78,9 miliar itu bukan tanpa masalah. Pasalnya, pemindah bukuan anggaran itu dari kas daerah ke rekening PT Papua Putra perkasa dinilai bermasalah oleh negara karena menyalahi prosedur.

Akibatnya Rico sebagai penerima kini berstatus sebagai tersangka, bersama mantan kepala BNI Manokwari, Roy Letlera dan mantan Sekda Papua barat, ML Rumadas.

Bagi Napitupulu, kasus pidana itu adalah soal yang berbeda. “Justru kalau dipikir klien kami yang durugikan. Kami punya dokumen PU yang menyebut nilai proyek itu sebesar 98 miliar. Artinya, kalau baru disetor 78 miliar lebih maka klien kami sebenarnya rugi. Tapi kami tidak mau mencampuri urusan pidananya. Ini murni masalah perdata,” katanya.

Sidang perdana kemarin juga dihadiri oleh kuasa hukum Gubernur Papua Barat, Demianus Waney.  Formalitas sidang masih menyangkut soal pemeriksaan surat kuasa masing-masing penasehat hukum. Agenda sidang pekan depan adalah upaya mediasi. “Kalau upaya mediasi pekan depan terjadi berarti gugatannya selesai. Tapi kalau tidak terjadi ya gugatan ini jalan terus,” kata Napitulu.|PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan