Bupati Mansel, Markus Waran

Rindam di Mansel, peluang bagi putra-putri Arfak menjadi prajurit TNI

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bupati Manokwari Selatan, Papua Barat, Markus Waran menginginkan kedepan lebih banyak putra-putri dari masyarakat suku Arfak di daerah tersebut bergabung menjadi Tentara Nasional Indonesia.

“Dodik Rindam (Resimen Induk Daerah Militer) segera berdiri di Manokwari Selatan. Ini tentu akan membawa peluang lebih besar bagi anak-anak Papua terutama putra-putri Arfak untuk dididik menjadi anggota TNI,” kata Bupati di Manokwari, Selasa lalu.

Bupati mengutarakan, pemerintah Manokwari Selatan telah menghibahkan lahan seluas 154 hektare. Lahan tersebut semula akan dimanfaatkan untuk kompleks perkantoran bupati.

Di lokasi tersebut, kata dia, sudah ada beberapa gedung yang dibangun namun belum selesai. Kodam XVIII/Kasuari akan melanjutkan pembangunan tersebut dan melengkapinya sesuai kebutuhan Rindam.

“Selain membuka peluang bagi anak-anak Papua untuk menjadi tentara, kami juga berharap kehadiran Rindam membawa Dampak bagi pembangunan daerah,” sebutnya.

Dia berkeyakinan, kehadiran TNI bisa membantu meningkatkan keamanan daerah. Dengan demikian, hal ini membuka peluang bagi para pemilik modal untuk berinvestasi di daerah tersebut.

Waran menambahkan, selain pendidikan TNI, di daerah itu pun akan dibangun Sekolah Polisi Negara (SPN). Pemerintah daerah dan masyarakat pun telah menghibahkan lahan kepada Polri melalui Polda Papua Barat.

“Dodik Rindam akan berdiri di Distrik Momiwaren kalau SPN di Distrik Oransbari. Lengkap sudah, sekarang tinggal masyarakat untuk menyiapkan anak-anaknya,” kata Waran lagi.

Ia mengimbau, para putra daerah memanfaatkan kesempatan ini dengan menyiapkan diri baik secara fisik, mental maupun kecakapan intelektual. Diharapkan, para putra daerah tidak mengkonsumsi minuman keras dan berperilaku negatif sehingga siap mengikuti seleksi saat ada penerimaan calon siswa TNI maupun Polri.

“Jangan tiba saat tiba akal. Syarat untuk menjadi anggota itu tidak mudah. Jangan sampai anda gugur seleksi lalu menyalahkan pemerintah dengan alasan pemerintah tidak mau membantu,” pungkasnya. (ibn)

Tinggalkan Balasan