Pabrik semen milik PT SIDC Papua Cement Indonesia atau PT SPCI di Kampung Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat.
Pabrik semen milik PT SIDC Papua Cement Indonesia atau PT SPCI di Kampung Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat.

Rokok Ilegal Beredar Bebas di Sekitar Pabrik Semen SDIC

MANOKWARI, Cahayapapua.com– Rokok tanpa cukai atau ilegal ditemukan beredar bebas di sekitar lingkungan Pabrik Semen PT SDIC Maruni Distrik Manowari Selatan.

Hal ini diungkap Kepala Bea Cukai Cabang Manokwari Arif Setiawan saat di temui di ruang kerjanya Senin (21/11). Dikatakannya barang tersebut memiliki lebel asal Negeri Tirai Bambu yang dipasok melalui penyedia tenaga kerja asing illegal.

Untuk saat ini pihaknya telah berhasil menyita sejumlah rokok tersebut dan disimpan di gudang milik bea cukai sembari menunggu keputusan dari direktorat jendral kekayaan Negara untuk dimusnahkan.

Lebih jauh disebutkan, pihaknya telah melakukan penelusuran terkait oknum-oknum pemasok rokok tersebut. Namun sampai saat ini belum berhasil diketahui.

“Kita lakukan penelusuran sesuai alamat pengirimnya di Jakarta ternyata sudah disegel karena mereka juga agen pemasok tenaga kerja ilegal, jadi terputus disitu,“ katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penelusuran di area pedagang kios (warung) di sekitar pabrik semen tersebut namun kata dia, terdapat kesulitan lantaran pemilik warung terkesan menutupinya. “Sejauh ini kita sudah lakukan pendalaman di setiap pemilik warung, tapi mereka mengaku cuma dititipin saja,” ungkapnya.

Dia selanjutnya menyebutkan, rokok tersebut disita saat sidak gabungan sekira Mei lalu. Dan Menurut dia diketahui rokok ilegal ini masuk melalui jalur udara yakni lewat perusahan cargo.

Meskipun demikian pihak bea cukai beralasan hingga saat ini pihaknya belum mendapat pemilik rokok yang dibiarkan beredar di warung (kios) di areal lokasi perusahan itu.

Berkaca dari kasus ini, papar dia, Bea Cukai Manokwari akan lebih meningkatkan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pintu masuk jalur darat, udara dan laut.

Bukan hanya itu, pihaknya telah menyampaikan hal ini kepada bea cukai pusat, sebagai data base sehingga kedepan tak kecolongan lagi dalam melakukan pengawasan terhadap barang-barang impor yang masuk di Manokwari. (MAR)

Tinggalkan Balasan