Suasana pembukaan Musyawarah Wilayah PPP kubu Romahurmuziy.

Romahurmuziy Buka Muswil PPP Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), versi Muktamar Surabaya, Ir. H.M Romahurmuziy, membuka Musyawarah Wilayah PPP Papua Barat yang digelar di Aston Niu Hotel, Manokwari.

Romy, yang bicara di hadapan ratusan peserta mengatakan, Muswil ini adalah bagian dari konsolidasi PPP yang menurut amanah partai, harus dilakukan 6 bulan pasca pelaksanaan Muktamar.

Sejauh ini ia telah menghadiri 30 kegiatan muswil dari 34 pengurus tingkat wilayah PPP se- Indonesia.

Muswil PPP Papua Barat mengagendakan laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner, pemilihan formatur dan penyusunan dasar-dasar program kerja PPP Papua Barat dalam rangka pembangunan dan realisasi visi misi partai untuk pemenangan Pilkada 2015-2016 dan Pemilu Legislatif 2019.

Selain itu, Romy dalam pidato politiknya, memotivasi para peserta untuk terus berjuang dan istiqomah meski PPP masih didera konflik. Ia menegaskan bahwa kubu yang dipimpinnya memiliki dasar baik secara moral-politik, maupun pada aspek legalitas.

“Saya ingin memberikan penegasan terhadap dinamika di PPP, bahwa PPP telah selesai melaksanakan muktamar. Muktamar adalah forum tertinggi dan ekspresi kedaulatan anggota. Maka tidak ada forum lain yang bisa menilai keabsahaan, kecuali muktamar itu,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

“Maka yakinlah bahwa saudara-saudari kini berada di jalan yang benar, yakinlah bahwa muswil ini sesuai dengan AD/ART partai dan UU Parpol.”

Ia juga mengajak kader PPP Papua Barat agar senantiasa berjuang berdasar prinsip-prinsip moral-etik dan ideologi PPP.

Prisip yang ia maksud antara lain ibadah; amar ma’ruf nahi mungkar (menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran)—yang menurut Romy pendekatannya adalah kesantunan, sikap moderat, penuh pengendalian diri dan dialogis; prinsip kebenaran, kejujuran dan keadilan; prinsip kesamaan, kebersamaan dan persatuan; musyawarah dan istiqomah.

“Musyawarah harus jauh dari amarah, penuh rahmah (kasih),” katanya sebelum membuka kegiatan dengan tabuhan tifa. |PATRIX B. TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan