Sampah yang dibahu jalan Pertaninan Wosi, yang sudah meluber hingga menutupi sebagian ruas jalan. Di lokasi masih sering ditemui sampah. Foto : Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Romer Tapilatu: Masalah Sampah Harus Dipecahkan Tahun Ini

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com Pengelolaan sampah selama ini masih menjadi persoalan yang selalu muncul di Manokwari. Namun sayang, program pengelolaan sampah tidak terakomodir secara maksimal dalam APBD pada setiap tahun anggaran.

Ditahun anggaran 2015, pengelolaan sampah harus diatur dengan manajeman yang baik dan mendapat alokasi anggaran yang cukup agar persoalan sampah terselesaikan.

“Kita sudah bedah KUA-PPAS, yang akhirnya deadlock pada 30 Desember, banyak hal yang harus dievaluasi,” kata Ketua Fraksi Manokwari Hebat DPRD Manokwari Romer Tapilatu.

APBD 2015 lanjut Romer, semestinya dapat menyentuh pada persoalan daerah dan masyarakat. Pengelolaan sampah merupakan satu diantara persoalan yang selama ini terus muncul. Namun sayang persoalan ini belum mendapat perhatian yang cukup dalam KUA-PPAS APBD 2015 tersebut.

“Tentang APBD kita berharap dapat memecahkan persoalan. Seperti halnya sampah, setiap tahun tidak dapat terpecahkan, tahun ini harus dapat dipecahkan melalui APBD 2015,” tegasnya.

Anggaran harus cukup, agar Pemda dapat memberikan upah yang jauh lebih tinggi kepada para petugas sampah dibanding upah yang mereka terima saat ini. Selain itu bak-bak sampah dan truk pengangkut sampah harus ditambah.

Romer berharap, disetiap lingkungan RW pada tahun ini pemda sudah harus dapat menempatkan masing-masing 1 bak sampah. Baginya, tidak masalah jika pemda akan memungut biaya retribusi sampah kepada masyarakat asalkan tidak terlalu membebani masyarakat.

Langkah ini harus berani dilakukan agar, tidak adalagi warga yang membuang sampah dikali yang akhirnya sampah tersebut menyumbat aliran sungai dan mengakibatkan pendangkalan sungai.

“Tak hanya itu, sampah-sampah itu pun akhirnya akan lari kelaut dan membuat kotor pantai-pantai kita yang semestinya dapat dikelola baik sebagai obyek wisata,” katanya.

Untuk mewujudkan hal ini, membutuhkan biaya yang besar, namun menurutnya hal itu harus berani ditempuh agar persoalan sampah di Manokwari dapat terpecahkan. | TOYIBAN

Tinggalkan Balasan