Rumah jabatan bupati Manokwari di Sarinah. Rumah megah ini menghabiskan dana 11 miliar lebih. Foto: CAHAYAPAPUA.com| Zack Tonu Bala

Rumah Jabatan Bupati Manokwari Habiskan 11 Miliar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Rumah jabatan Bupati Manokwari, Senin (1/12/2014) diresmikan oleh Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi. Rumah megah berlantai dua itu dibangun untuk menggantikan rumah lama yang rusak parah akibat guncangan gempa bumi pada 2009 silam.

Rumah yang berlokasi di Jalan Sarinah Manokwari itu dibangun secara bertahap mulai tahun 2013 dengan dana APBD Kabupaten Manokwari. Tahap pertama berupa pembangunan gedung utama dua lantai dengan ukuran 20 x 25 meter. Ini menghabiskan dana 8 miliar lebih bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2013 dan ditambah lagi pada APBD-P 2014.

Tahap kedua berupa penataan halaman, taman serta garasi yang masih dalam proses pengerjaan membutuhkan dana 2 miliar lebih. Serta untuk perlengkapan interior dan perabotan pendukung menghabiskan 1 miliar lebih. Sehingga secara keseluruhan, pembangunan rumah dinas orang nomor satu Manokwari itu menelan anggaran hingga 11 miliar lebih.

“Anggarannya (untuk pekerjaan yang belum tuntas) akan dialokasikan dalam APBD 2015, “ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manokwari Wempi Bandung selaku ketua panitia peresmian dalam laporannya.

Gubernur Bram, panggilan karib Abraham Atururi menyatakan, sudah sewajarnya rumah jabatan kepala daerah dibangun dengan tampilan yang besar dan megah. Sebab menurut Bram, rumah jabatan juga menjadi salah satu simbol daerah.

“Kota Manokwari ini harus dipenuhi dengan gedung-gedung yang bagus karena ini ibukota provinsi. Kita harus tunjukkan bahwa kita juga bisa bangun hal-hal yang bagus supaya daerah kita tidak dipandang sebelah mata, karena Papua Barat ini provinsi yang bagus, “ ucap Gubernur.

 

Setelah 4 Tahun

Bupati Bastian Salabai mengaku bersyukur dan bahagia karena setelah 4 tahun menjadi orang nomor satu Manokwari, dia bersama keluarga akhirnya bisa menempati rumah jabatan. Selama ini, Bupati dan keluarga tinggal di rumah jabatan sementara yang merupakan rumah dinas ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) Erikson-Tritt di Sowi.

Bagi Salabai, rumah jabatan adalah salah satu bentuk penghargaan negara kepada seorang kepala daerah yang menghabikan hari-harinya untuk melayani rakyat yang dipimpin. Tidak heran, dengan menempati rumah jabatan yang besar dan megah itu, Salabai merasa kini dirinya telah menjadi Bupati seutuhnya.

“Saya merasa (sekarang) ini yang jadi bupati sebenarnya. Kalau dulu seperti setengah-setengah bupati begitu karena masih tinggal di rumah sementara. Jadi sekarang saya merasa ada harga diri ada penghargaan karena bisa tinggal di rumah jabatan bupati dan kami bisa berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, “ ujar Salabai kepada awak media usai peresmian.

Bupati mengatakan, rumah jabatan tersebut tidak sekedar sebagai tempat tinggal bersama keluarga tetapi juga difungsikan sebagai rumah negara.

“Rumah jabatan ini juga untuk pertemuan dengan tamu-tamu, misalnya pejabat tinggi negara yang berkunjung ke Manokwari, selain di kantor, di sini juga bisa karena di sini ruang pertemuan cukup besar dan representatif, “ tambah mantan Ketua STT Erikson-Tritt Manokwari ini. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan