GAMBAR: ILUSTRASI LONGSOR

Ruslan Tewas Ditusuk Tulang Ikan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com —– Setelah melakukan penyelidikan selama 4 hari, polisi akhirnya berhasil menangkap pembunuh Ruslan Mandacan. Pemeriksaan yang dilakukan aparat terhadap pelaku, mengungkap bahwa ia menikam korban menggunakan tulang ikan layar.

“Pelaku emosi kepalanya disenggol oleh korban saat sedang berjoget,” kata otoritas  kepolisian yang disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari, AKP Tommy H Pontororing,  Jumat (5/1/2015) kepada Cahaya Papua.

Sebelum peristiwa maut itu terjadi, Ruslan dan pelaku yang berinisial AK, sama-sama berpesta joget disertai minuman keras di terminal pasar Wosi, Minggu (26/4) lalu .

Polisi sempat membubarkan pesta miras itu karena dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga sekitar yang sedang beristirahat. Tapi ketika polisi pulang, pesta dilanjutkan lagi.

Pelaku maupun korban, sebut para saksi yang diperiksa polisi, sudah dalam keadaan mabuk berat. Dalam keadaan yang terpengaruh minuman beralkohol, mereka berjoget ria.

Entah bagaimana caranya saat sedang berjoget, korban menyenggol kepala pelaku yang rupanya membawa senjata tajam berupa tulang ikan layar yang runcing. Pelaku sontak naik pitam. Sempat terjadi cekcok sebelum AK menyarangkan tulang ikan itu di dada kanan Ruslan.
Mengetahui dirinya kena tikam, Ruslan langsung memilih kabur dari lokasi. Sekuat tenaga, ia berlari menjauhi pelaku, dalam keadaan sempoyongan dan luka parah. Mulutnya mengeluarkan darah segar.

Ruslan berhasil lari sekitar 200 meter. Warga yang melihatnya terluka parah mengambil inisiatif untuk menolong. Ruslan dilarikan ke RSUD Manokwari. Tapi naas baginya, ia menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan medis.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa 8 saksi peristiwa naas ini. Sementara pelaku kini meringkuk di sel Polres Manokwari. Menurut Pontonoring, pihaknya akan tetap mengambil langkah hukum yang tegas kepada pelaku. “Kini prosesnya dalam tahap penyidikan,” katanya.|TAKDIR