Tol laut Manokwari

Rute Tol Laut ke Manokwari ditiadakan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Rute perjalanan kapal program Tol Laut menuju Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai tahun 2018 ditiadakan. 

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Melkianus Wiranussa di Manokwari, mengatakan, pemerintah pusat membuka rute baru tol laut menuju Manokwari Selatan. “Mulai tahun ini, untuk Manokwari sudah tidak ada. Kapal tol laut nanti masuk Manokwari Selatan melalui Pelabuhan Oransbari,” kata dia, Kamis (8/3).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Melkianus Wiranussa.

Pihaknya merasa tidak khawatir dengan perubahan rute tersebut. Layanan tol laut tidak memberi dampak signifikan dalam menekan disparitas harga di Manokwari. “Kalau kita boleh jujur, rasanya sama saja adanya tol laut maupun tidak. Justru bagus ketika masuk ke Manokwari Selatan, dampaknya akan sangat terasa apalagi Kabupaten Pegunungan Arfak lebih dekat diakses dari Manokwari Selatan,” kata dia lagi.

Pemerintah pusat, lanjut Melkianus telah menetapkan harga eceran tertinggi pada sejumlah komoditas pokok seperti gula pasir dan beras.  Hal itu menambah keyakinanya bahwa, penghapusan rute tol laut ke Manokwari tidak akan berdampak signifikan pada kenaikan harga bahan-bahan pokok. Di wilayah Papua Barat, kata dia, hanya rute Manokwari yang dihapus. Daerah lain seperti Sorong dan Teluk Wondama layanan tol laut masih berlanjut.

Wiranussa menambahkan, layanan Tol Laut menuju Teluk Wondama dan Manokwari Selatan akan dilakukan melalui Pelabuhan Biak-Papua. Pihaknya berharap, daerah ini menerima manfaat besar atas program pemerintah pusat tersebut.

“Kami juga berharap, seluruh instansi terkait bersinergi menyambut program ini. Usaha kontener dikembali dengan kosong, harus ada komoditas yang kita jual keluar,” sebutnya.

Seperti halnya di Manokwari selama ini, hanya 30 persen kontener yang tersisi pada angkutan balik. 70 persen sisanya kosong karena tidak ada komoditas yang siap diangkut. Ia berharap, hal serupa tidak terjadi di Manokwari Selatan dan Teluk Wondama.

“Ada manfaat lebih yang bisa didapat daerah, tapi itu belum kita manfaatkan. Saya berharap sektor perikanan, pertanian, kehutanan maupun sektor lain kita bersinergi,” pungkasnya. | Toyiban

Leave a Reply

%d bloggers like this: