Bupati Sorsel Otto Ihalauw memaparkan materi tentang potensi Hutan Sagu pada penutupan lokakarya ekonomi kerakyatan.|Foto : Nasir|Cahaya Papua

Sagu, Pintu Masuk Investasi di Sorsel

TEMINABUAN, CAHAYAPAPUA.com– Bupati Sorong Selatan (Sorsel), Drs. Otto Ihalauw, MA, memaparkan materi tentang potensi hutan sagu di Sorsel perlu diatur dan dimanfaatkan secara lestari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sorsel pada penutupan lokakarya ekonomi kerakyatan yang dilaksanakan di Hotel Mratwa-Sesna, Rabu (7/10/2015).

Dalam paparannya bupati mengatakan Kabupaten Sorsel merupakan salah satu kabupaten yang memiliki hutan sagu terluas di Indonesia. Sorsel memiliki hutan sagu seluas 148.004 hektar atau 29 persen dari total luas sebaran lahan sagu 510.213 hektar yang ada di Provinsi Papua Barat.

Menyadari akan potensi sagu itu, bupati meminta agar pengembangan potensi keunggulan lokal Kabupaten Sorsel ini harus dilakukan dengan pendekatan ABG yakni Akademisi Bisnis dan Government.

Bahkan Kabupaten Sorsel bersama Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian dan Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI), kata bupati, telah menyusun masterplan dalam rangka menjaga ketahanan pangan sagu kedepan.

Untuk itu disarankannya agar pengembangan sagu kedepan tetap mempertahankan system berkelanjutan. Karena dalam masterplan itu memuat beberapa kegiatan di dalamnya yaitu kegiatan industri, kegiatan pendampingan oleh masyarakat, dan kegiatan investasi.

“Ketiganya harus dikembangkan dengan menggunakan sistem berkelanjutan. Pengembangan sagu tetap terukur dan terprogam dengan baik. Sehingga sagu tetap eksis, aktivitas ekonomi kerakyatan tetap jalan dan juga ada dampak positif bagi pemda dan investor,” pintanya.

Bupati berharap melalui kegiatan lokakarya ekonomi kerakyatan yang diselenggarakan Bagian Perekomian Daerah (Perekda) Sekretariat Daerah Kabupaten Sorsel bisa memperoleh catatan-catan penting terkait pengembangan potensi sagu kedepan.

Menurut Bupati Otto Ihalauw sagu bisa menjadi pintu masuk investasi untuk mengembangkan sejumlah potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Sorsel. Karena Sorsel mempunyai potensi sagu yang sangat melimpah.

Tidak hanya sagu, sambungnya, Sorsel juga memiliki potensi sumber daya alam lainnya yang berlimpah baik yang ada di dataran rendah, pesisir, sungai maupun laut.

Untuk itu dalam pengembangan sejumlah potensi SDA itu perlu membangun komunikasi dengan perguruan tinggi untuk mengadakan penelitian.

“Kita telah membangun perguruan tinggi Akademi Komunitas Sorong Selatan (Akness) yang berbasis vokasi. Perguruan tinggi ini konsentrasi pada pengembangan keunggulan lokal yaitu sagu,” ungkapnya. |NASIR|BUSTAM