Program Tol Laut.

Saiduy : Pelaku Usaha Belum Rasakan Dampak Maksimal

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Program tol laut yang dicanangkan pemerintah pusat pada 2015 lalu, dinilai belum memberi manfaat maksimal bagi pelaku usaha di Kabupaten Manokwari.

Masih banyak,  distributor bahan kebutuhan pokok di daerah ini belum bisa memanfaatkan layanan dan kemudahan pengangkutan barang menuju Manokwari.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Manokwari, Frederik Saiduy mengatakan, rute kapal tol yang masuk ke dermaga pelabuhan Manokwari mengambil rute start dari Jakarta dan tidak memerlukan singgah di Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya.

“Sebagian besar distributor kita belanja di Surabaya, sementara kapal tol laut arah Manokwari tidak melalui pelabuhan Surabaya,” kata dia beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, dari sekian banyak distributor di Manokwari, selama ini hanya CV Marmur Perkasa yang memanfaatkan program tersebut. Komoditas yang diangkut melalui kapal tol laut ke Manokwari hanya tepung dan gula pasir.

“Makmur Perkasa pun selama ini terpaksa mengeluarkan untuk mengangkut barang ke Jakarta, karena barang yang ia kirim dibeli dari Surabaya,” kata dia lagi.

Disisi lain, kapasitas pengiriman melalui jalur tol laut dari Jakarta hanya 15 ton. Kondisi ini membuat distributor lebih memilih untuk memanfaatkan jasa pengiriman melalui kapal niaga dibanding kapal tol laut.

“Melalui kapal niaga Surabaya-Manokwari, biaya operasinalnya lebih murah dan kapasitas pengangkutanya pun lebih banyak dibanding fasilitas tol laut Jakarta- Manokwari,” ujarnya.

Persoalan ini telah disampaikan kepada pemerintah pusat pada rapat koordinasi yang dilaksanakan di Mataram beberapa bulan lalu. Ia berharap, hal ini disikapi secepatnya agar masyarakat dapat menikmati hasil program tol laut tersebut.

Frederik berharap, kapal tol laut yang masuk di daerah ini mengambil rute persinggahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dengan demikian seluruh distributor bisa memanfaatkan armada kapal tersebut.

“Kami berharap, jika tahun ini ada penambahan armada tolong ambil rute Surabaya. Jika tidak, distributor tidak dapat memanfaatkan program ini. sebab, untuk bisa menikmati layanan kapal ini, distributor harus mengeluarkan dana tambahan untuk membiayai operasional pengangkutan barang dari Surabaya menuju Jakarta,”kata dia.(RIZ)

Tinggalkan Balasan