ilustrasi_Dugaan Korupsi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari Jhon Ilef Malamassam menghadirkan ahli auditor media dari BPKP Papua Barat, Joko Puriono dalam sidang lanjutan dugaan korupsi rehabilitasi hutan dan lahan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Teluk Wondama, Senin (22/2/2016).

Joko dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus yang menelan kerugian negara sebesar Rp 204 juta ini. Dua orang terdakwa masing-masing Mulyono Herlambang selaku kepala dinas dan Syarufidin Sele selaku Direktur PT. Celebes Perkasa juga dihadirkan dalam persidangan ini.

Dalam persidangan, saksi ahli menyebut kalau pihaknya pernah mengaudit anggaran dalam program tersebut dan menemukan kerugian negara sebesar Rp 204 juta. Audit itu dilakukan berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Manokwari tanggal 25 April 2015.

Dari hasil audit investigasi dan peninjauan lapangan, pihaknya menemukan bahwa tidak ada proses pelelangan yang sesuai ketentuan. Menurut saksi, tidak adanya proses lelang ini menjadi cela terjadinya dugaan.

Dari situlah kata saksi, pihaknya langsung melakukan klarifikasi terhadap proses penanaman. Pihaknya juga menanyakan seberapa jauh biayaanya yang digunakan.

Ternyata lanjut saksi, HPS untuk harga bibit disusun tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu, saksi juga menemukan adanya pembuatan papan nama pemberitahuan sekitar 10 buah. Per unit papan itu dalam kontrak dianggarkan sebesar Rp 3 juta per unit, padahal berdasarkan invetigasi, harga per unit hanyalah Rp 2 juta.

Sedangkan untuk pengadaan alat perkebunan, kata saksi di dalam kontrak tercantum pengadaan 50 buah parang, 40 pasang sepatu dan 50 Linggis. Namun fakta lapangan kembali berbeda. Kata saksi, parang yang dibagikan hanya 9 buah, linggis hanya 10 buah dan sepatu hanya 5 pasang.

Majelis Hakim yang diketuai Alexander Tetelepta, SH.,MH menunda siding hingga Senin 29 Februari 2016 mendatang, dengan agenda masih pemeriksaan saksi. |HENDRIK AKBAR

Leave a Reply