Kapal pengangkut BBM ilegal yang dioperasikan CV Ardian Wondama milik La Muni.

Saksi BBM Ilegal dan Pencucian Uang Diperiksa

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Polres Manokwari telah memeriksa dua saksi yang berkaitan dengan penangkapan BBM di kapal SPOB Dian Yuspa XIV yang beberapa hari lalu disegel di pelabuhan Anggrem Manokwari.

Kedua saksi tersebut merupakan karyawan CV AM –operator kapal SPOB Dian Yuspa XIV– milik LM yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. LM sendiri dijerat dengan UU Migas dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP Tommy H Pontororing mengatakan, selain telah memeriksa dua saksi dari CV AM, pihaknya juga telah memeriksa beberapa staf dinas Perindakop Teluk Wondama. Pemeriksaan menyasar soal proses pengadaan solar bagi PLTD Teluk Wondama.

Pihak juga menyita beberapa dokumen dari SKPD tersebut. “Dokumen yang dimaksud adalah dokumen yang berkaitan dengan badan usaha serta ada beberapa dokumen yang berkaitan dengan BBM yang telah dilakukan pengangkutan dan telah digunakan di PLTD dan diperjualbelikan,” ungkap Tommy kepada wartawan kemarin.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan dokumen di Teluk Wondama, terbukti bahwa solar dan BBM yang diangkut didalam kapal itu adalah milik tersangka LM. “Karena pengadaan tersebut menggunkan modal dari tersangka dan bukan milik pemda karena belum terdapat pencairan dari pemerintah daerah Teluk Wondama,” terang Tommy.

Tommy mengatakan, LM menyalahi aturan karena seharusnya ia mendapat dana lebih dulu dari Pemda setempat sebelum membeli dan mengangkut BBM ke daerah tersebut. Dikatakan, LM belum memiliki dokumen tata niaga sehingga tidak berhak melakukan pembelian BBM. Minimal CV milik LM harusnya hanya bertindak sebagai layanan pengangkut BBM atau transporter, bukan pembeli. Menurut Tommy dengan bebasnya LM bertindak sebagai pembeli BBM berpotensi menciptakan penyalahgunaan.

Jumat 28 Juli lalu Polres Manokwari menangkap kapal SPOB Dian Yuspa XIV di Pelabuhan Anggrem yang kendapatan membawa 150 kilo liter solar industri (30 % solar tersebut tercampur dengan air asin) dan 35 kilo liter premium. Polisi menduga BBM yang angkut kapal yang dikelola CV AM ilegal dan terkait dengan pencucian uang. |ADITH SETYAWAN