Ilustrasi Persidangan

Saksi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UNIPA Terancam Dijemput Paksa

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sejumlah saksi yang mangkir dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan mahasiswa Unipa Agustinus Aun dan Tasya Tanesia Sapulete, di Pengadilan Negeri Manokwari, Kamis (30/3), terancam dijemput paksa.

Hal ini ditegaskan Jaksa Penuntut Umum Kejari Manokwari Petra Wonda usai mengikuti sidang kasus tersebut. Dalam sidang tersebut Ketua Majelis Hakim Sony Alfian Bloger memerintahkan JPU kembali memanggil saksi yang mangkir.

“Atas petunjuk tersebut JPU pekan depan akan kembali melayangkan surat pemangilan, namun jika masih mangkir akan diupayakan jemput paksa,” kata Petra.

Lanjutan sidang kasus ini, hanya dihadiri satu dari lima saksi yakni Frans Sayori. Ia dalam keterangannya mengaku ke lokasi ditemukannya korban setelah mendengar teriakan saksi lainnya.

Usai melihat kedua korban tergeletak di tanah, ia bersama sejumlah rekannya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polsek Amban. Beberapa saat kemudian, polisi mendatangi lokasi dan saksi mengaku ikut membantu aparat mengangkat jenazah kedua korban pembunuhan ke mobil.

Agustinus Aun dan Tasya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan Senin 31 Oktober 2016 lalu di Kampung Pahmi, Distrik Manokwari Utara. Kedua korban mengalami luka di bagian kepala dan kaki.

Agustinus Awom dan Maikel Mihel Mandacan terdakwa dalam kasus diduga menghabisi korban menggunakan sebilah parang usai berpesta miras di dekat lokasi tersebut. Kedua terdakwa dijerat pasal 338 dan 340 KUHP, jo pasal 55 ayat 1 KUHP. (ONE)

Tinggalkan Balasan