Ilustrasi korupsi. | Ist

Saksi Keluar Kota, Sidang Abdul Manaf Ditunda

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Lanjutan sidang dugaan korupsi proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 1 Dom, Sorong, Papua Barat, yang mendudukkan Direktur CV Tujuh Saudara, Abdul Manaf, ditunda. Sidang yang sedianya digelar kemarin di Pengadilan Tipikor Papua Barat dengan agenda pemeriksaan saksi, urung digelar karena sejumlah saksi tidak hadir.

Jaksa Penuntut Umum, Ahmad Muzayyin mengatakan, saksi yang hedak dihadirkan pihaknya sedang berada di luar kota. Mereka adalah ahli dari BPKP, Dinas PU Kota Sorong dan Konsultan Perencana.

Abdul Manaf diduga melakukan pemalsuan dokumen laporan perkembangan proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 1 Dom, Sorong.

Proyek yang tidak selesai itu kini membuatnya duduk sebagai terdakwa di pengadilan tindak pidana korupsi Papua Barat.

Meski adanya dugaan pemalsuan itu terungkap dalam sidang yang digelar kemarin di Manokwari, namun jaksa lebih menitik beratkan dakwaannya pada kesalahan manaf yang tidak menyelesaikan proyek senilai 624 juta rupiah itu.

Dalam sidang sebelumnya, konsultan proyek mengatakan sudah meminta terdakwa untuk membuat laporan perkembangan proyek, tapi tidak dilakukan. Sementara dalam laporan yang disampaikan terdakwa, ada dokumen yang mengatasnamakan konsultan.

“Dokumen itu rupanya dibuat menggunakan tanda tangan dan stempel palsu,” jelas Ayyin—sapaan Ahmad Muzayyin.

Sejumlah saksi telah dihadirkan dalam sidang. Diantaranya, Yunus Sattu, Daniel Palulungan, R.M Widi Saputro, Yan Rante dan Jemi Buyang Sattu.

Berdasar hasil audit BPKP, proyek yang pembiayaannya berasal dari dana otonomi khusus ini membuat negara rugi 144 juta rupiah.

Kejaksaan telah memanggil kepala SMPN 1 Dom ini untuk dimintai keterangannya oleh penyidik.

Sementara di lapangan, kata Ayin—panggilan Akrab Ahmad Muzayyin— ditemukan fakta bahwa Abdul Manaf belum memasang keramik dan beberapa bagian dari bangunan yang seharusnya ia kerjakan selaku kontraktor. |TAKDIR| PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

EDITOR: PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan