Kepala Dinas Perindakop Mansel Syahrial memperlihatkan SK tol laut yang dikeluarkan oleh kementerian terkait. Soetanto/Cahaya Papua

Sambut tol laut, Mansel kesulitan distributor

RANSIKI, Cahayapapua.com— Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UKM Kabupaten Manokwari Selatan Syarial kepada, Rabu (7/2) menyampaikan, sejauh ini belum ada satu pun distributor yang siap menyambut SK Tol laut dari pemerintah pusat.

Meski perekonomian di daerah tersebut dinilai sudah mulai tumbuh dan berkembang, namun pelaku usaha yang ada hanya sebatas sebagai pengecer.

“Ada banyak faktor yang menghalangi para pengusaha untuk mengambil langkah meningkatkan usahanya sebagai distributor, pertama mungkin merasa belum mampu untuk menampung barang yang cukup banyak dan ada juga yang merasa tidak yakin kalau jalur tol laut ini akan berjalan,” terangnya.

Namun demikian, data pendukung lainnya seperti jumlah pengusaha dan beberapa hal lagi yang di minta oleh pihak kementrian sudah dikirimkan. Diharapkan dengan SK Tol laut ini kedepan, perbedaan harga bapok dan kebutuhan utama lainnya di Manokwari Selatan tidak lagi berbedah jauh dengan harga yang ada di Pulau Jawa.

Ditemui di ruangannya, Mantan Asisten II Setda Manokwari Selatan dan juga mantan Sekretaris DPRD Mansel ini menyampaikan, bahwa untuk tahun 2018 ini wilayah Manokwari Selatan sudah di SK-kan sebagai jalur Tol Laut, dengan fasilitas kapal penghubung Mansel terhubung dengan Waren- Teba – Sarmi. Kapal penghubung tersebut berpusat di Biak.

“Jadi kapal induknya sandar di Biak, kapal induk ini rutenya dari Tanjung Priuk, Surabaya Biak, sementara kapal penghubung ini dari Biak, Oransbari, Waren Teba dan kembali ke biak,” jelasnya.

Hanya saja, khusus untuk Waren lanjut Syahrial, akan kembali di koordinasikan ke kementrian terkait. Menurutnya untuk saat ini pelabuhan yang ada di Mansel cukup dapat  memanfaatkan yang sudah ada di Oransbari, sementara untuk pelabuhan yang ada di Momiwaren masih perlu pembenahan yang cukup serius.

Berkaitan dengan hal tersebut, Syahrial juga mengaku telah melakukan komunikasi secara terbatas dengan beberapa pengusaha lokal yang selama ini menampung hasil pertanian dari warga Mansel, terutama kakao. Dari hasil komunikasi tersebut beberapa pengusaha telah berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan koperasi bentukan Pemda Manokwari Selatan, yang dalam hal ini memang fokus untuk menangani poduksi dan pemasaran biji kakao.

“Tinggal beberapa komoditi lainnya yang nanti akan kita cek ke dinas pertanian, apakah masih ada yang bisa di produksi dalam jumlah besar untuk kemudian di pasarkan keluar wilayah Mansel,” terangnya lagi.

Pada kesempatan itu, Syahrial juga mengaku akan berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat di Manokwari Selatan baik itu para pengusaha maupun masyarakat sebagai konsumen dapat merasahkan dampak dari jalur Tol Laut ini, sebisanya program dari pemerintah pusat ini bisa ikut meningkatkan pendapatan para petani di daerah ini. (acm)

Leave a Reply

%d bloggers like this: