Tim Satgas Dana Desa sedang memeriksa kepala kampung bersama aparat Kampung Moru, Distrik Wasior, Teluk Wondama, terkait pengelolaan Dana Desa. Satgas Dana Desa menemukan sejumlah pelanggaran administrasi dalam pengelolaan dana desa di Teluk Wondama.

Satgas Dana Desa temukan pelanggaran administrasi dana desa di Wondama

WASIOR, Cahayapapua.com— Satgas (satuan tugas) Dana Desa menemukan adanya pelanggaran administrasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Teluk Wondama.

Hasil audit terhadap dua kampung yang dijadikan sebagai sampel pemeriksaan yakni kampung Webi distrik Rasiei dan kampung Moru distrik Wasior, ditemukan banyak penggunaan dana yang tidak didukung dengan bukti transaksi berupa kuitansi.

Tim Satgas Dana Desa yang diketuai Doglas Pasaribu didampingi anggota Satgas Ari Turyandoko, Rahmat Saleh dan Arshi Dwi Risni Devika melakukan audit menyeluruh terhadap dua kampung tersebut selama dua hari sejak Senin (18/12).

Meski demikian secara keseluruhan, Satgas menilai penggunaan Dana Desa di Kabupaten Teluk Wondama sejak 2015 masih relatif baik, setidaknya pada dua kampung tersebut.

“Hanya ada pelanggaran administrasi yaitu tidak ditemukan bukti transaksi berupa kuaitansi, tetapi setelah kita cek di lapangan pembangunannya ada. Tapi kadang masih ada kekurangan administrasi,” jelas Doglas Pasaribu di kampung Moru, Selasa petang.

Satgas berharap Pemda bersama dengan Kepolisian setempat melakukan audit serupa di kampung lainnya agar bisa diukur sejauhmana dampak dari hadirnya Dana Desa di 75 kampung di Kabupaten Teluk Wondama. “Mungkin perlu dibentuk tim untuk mengawasi penggunaan dana desa karena kami kan hanya dua kampung untuk random sampel saja,”kata Doglas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Hendrik Rico Tetelepta pada kesempatan itu memastikan tahun 2018 akan dibentuk Satgas Dana Desa tingkat kabupaten. Keanggotaan Satgas akan melibatkan unsur di luar Pemda antara lain kepolisian juga LSM terkait.

“Kita akan bentuk Satgas Dana Desa untuk mantapkan pengelolaan Dana Desa. Nanti tim yang dibentuk juga akan mengaudit Dana Desa yang bersumber dari APBD (alokasi dana kampung),”kata Tetelepta. (brv)

Leave a Reply

%d bloggers like this: