Kejari Sorong berhasil menyelamatkan uang negara.

Satu Terpidana Korupsi Bansos Kembalikan Uang Negara

SORONG, Cahayapapua.com–– Satu dari dua terpidana kasus korupsi bantuan sosial pada Dinas Sosial Kota Sorong, Octovina Suruan mengembalikan kerugian Negara sebesar 126 juta lebih ke Kejaksaan Negeri Sorong.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sorong, Benony Kombado, yang ditemui Jumat (14/10/16) kemarin sore membenarkannya. Menurut Benony, pengembalian kerugian negara itu dilakukan Octovina setelah majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manokwari menjatuhkan vonis 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta, subsider 2 bulan kurungan atau membayar uang pengganti Rp 76.500.000 beberapa waktu lalu.

“Pada dasarnya, pengembalian kerugian Negara yang dilakukan terpidana Octovina Suruan merupakan bagian dari upaya Kejaksaan Negeri Sorong untuk menyelematkan keuangan Negara. Pengembalian uang tersebut dapat kami rinci, Rp 50 juta merupakan denda, Rp 76.500.000 sebagai uang pengganti dan biaya perkara sebesar Rp 5.000 sesuai dengan putusan pengadilan Tipikor Manokwari,” kata Benony di ruang kerjanya.

“Dengan adanya pengembalian kerugian negara ini, otomatis mengurangi jumlah total kerugian negara, menjadi Rp 972.000.995. Kan bantuan sosial yang digelontorkan Kementerian Sosial Republik Indonesia Rp 1.099.000.500.
Uang yang sudah dikembalikan terpidana Octovina Suruan telah kami setorkan ke bank, dan kami sudah menerima kwitansi penyetorannya, dimana tertera jumlah keseluruhan Rp 126.500.005,” ujar dia.

“Pengembalian kerugian negara yang merupakan bagian dari vonis pengadilan tipikor Manokwari, sudah bisa dipastikan dalam waktu dekat terpidana Octovina Suruan dinyatakan bebas bersyarat, apabila pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Sorong telah menerima surat pembayaran denda dan uang pengganti yang sesuai dengan vonis dari pengadilan tipikor Manokwari,” ujar Benony Kombado.

Sementara, satu terpidana lainnya, yaitu La Ode Karumba, yang di vonis 1 tahun 3 bulan penjara, denda Rp 50 juta, subsidair 2 bulan kurungan atau membayar uang pengganti  menyatakan tidak mampu membayar denda dan uang pengganti yang dimaksud, sehingga melalui surat pernyataannya terpidana La Ode Karumba menyanggupi menjalani seluruh pidana pokok dan subsidair seperti yang dijatuhkan oleh pengadillan tipikor Manokwari.

“Nah, untuk terpidana terpidana Basirun yang mana vonisnya 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta dan uang pengganti Rp 400 juta sekian. Karena kami menilai bahwa vonis yang diterima Basirun tidak sesuai, kami mengajukan banding. Dalam putusan banding Pengadilan Tinggi Papua, yang bersangkutan di vonis 2 tahun 6 bulan penjara, dengan denda Rp 50 juta dan uang pengganti sebesar Rp 516.500.000.”

“Karena vonis banding tidak sesuai dengan tuntutan jaksa, kami lantas mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung tepat pada Jumat (14/10/16) dan telah terdaftar di pengadilan tipikor Manokwari. Dengan waktu 17 hari ini kami akan menyusun memori Kasasi untuk selanjutnya dikirim ke pengadilan Tipikor Manokwari,” ucap Benony Kombado.

Benony menyebutkan, sampai hari ini upaya kejaksaan negeri Sorong untuk mengembalikan uang  negara baru kami dapatkan dari terpidana Octovina Suruan. (NSR)

Tinggalkan Balasan