Wakil Bupati Kaimana saat bertemu pedagang sayur beberap waktu lalu.

Satukan Pasar Ikan dan Pasar Sayur

KAIMANA, Cahayapapua.com—— Pedagang sayur Pasar Air Tiba Kaimana kembali mendesak Pemerintah Daerah agar merealisasikan tuntutan mereka untuk membangun pasar ikan berdampingan dengan pasar sayur. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas para pedagang maupun pembeli terfokus pada satu tempat. Jika pasar ikan dan pasar sayur dibiarkan terpisah seperti yang terjadi saat ini maka akan banyak pedagang sayur yang pindah berjualan di pasar ikan, dan hal ini berdampak buruk bagi pedagang yang tetap berjualan di pasar sayur.

“Kami sudah dari lama minta pemerintah supaya bangun pasar ikan berdampingan dengan pasar sayur. Kalau seperti sekarang ini kami pedagang rugi. Pasar sayur jadi sepi karena banyak pedagang yang lari jualan di pasar ikan. Pembeli juga menumpuk disana supaya sekalian belanja. Pemerintah tolong pikirkan kehidupan kami rakyat kecil ini,” ujar Martina, salah satu pedagang sayur yang menempati los Pasar Air Tiba.

Sebelumnya, beberapa hari jelang Hari Raya Idul Fitri waktu lalu, Wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa, S.Sos,MH menyempatkan diri mengunjungi lokasi pasar ikan dan pasar sayur Air Tiba. Kunjungan Wabup didampingi Kepala Dinas Perindagkop UMKM Martinus Furima dan sejumlah Pimpinan SKPD selain dalam rangka melihat dari dekat aktivitas pedagang serta perkembangan harga barang dan sayur-mayur menjelang hari raya idul fitri, juga sekaligus mencermati persoalan yang dihadapi para pedagang.

Selain mengunjungi dan bertemu pedagang pasar sayur-mayur, Wabup juga menyempatkan diri bertemu para pedagang pakaian, pedagang barang kebutuhan pokok dan barang kelontongan. Ketika bertemu para pedagang, Wabup dihadapkan pada keluhan berkaitan dengan minimnya daya beli masyarakat. Menjawabnya, Wabup berjanji akan mencari solusi yang tepat agar persoalan para pedagang bisa teratasi.

“Keluhannya semua sama, para pedagang rata-rata resah karena daya beli masyarakat kurang. Seperti pedagang sayur, biasanya mereka beli dari petani dengan harga 100-300 ribu, ketika dijual lagi hanya laku 150 ribu dalam waktu yang cukup lama. Ini yang nanti akan kita analisis mengapa sampai daya beli masyarakat ini kurang. Mungkin ada kaitannya dengan peredaran uang di masyarakat,” ungkap Wabup.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindagkop UMKM Martinus Furima yang turut serta mendampingi Wakil Bupati menjelaskan, sejak lama para pedagang sayur-mayur berkeinginan agar pasar sayur dibangun berdampingan dengan pasar ikan dan pasar daging. Permintaan ini bertujuan agar pedagang sayur maupun pembeli, lebih terfokus di satu lokasi. Menurut Furima, permintaan agar pasar sayur, pasar ikan dan daging bersebelahan cukup beralasan karena selama ini aktivitas para pedagang sayur terpencar, bahkan sebagian menempati lokasi pasar ikan.

“Keinginan mereka dari dulu itu pasar sayur ini harus bersebelahan dengan pasar ikan dan pasar daging. Tujuannya supaya pembeli semua terpusat di satu lokasi. Ketika orang datang membeli ikan, bisa sekaligus mampir di pasar sayur. Tetapi yang terjadi hari ini, ada yang jual sayur di pasar ikan, ada yang disini sehingga pembeli terpencar, bahkan lebih memilih belanja di pasar ikan supaya selain bisa beli ikan, sayur juga langsung beli di lokasi itu. Saya yakin kalau nanti digabung mungkin akan berjalan baik karena aktivitas pedagang maupun pembeli berada dalam satu lokasi,” ungkapnya. (ISA)

Tinggalkan Balasan