Perkebunan Sawit PTPN II Prafi Resmi Pindah Tangan ke Investor Cina

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Kebun sawit Prafi resmi diserahterimakan dari PTPN II (Persero) kepada investor Cina dibawah PT.Yongjing Investindo. Penandatanganan berita acara serah terima dilakukan di ruang Sasana Karya kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung, Selasa (18/11/2014).

Bupati Manokwari Bastian Salabai beserta Wakil Bupati Roberth KR. Hammar bersama Sekda FM.Lalenoh bersama sejumlah pimpinan SKPD ikut menyaksikan proses serah terima tersebut. Bertindak sebagai saksi kepala Kejari Manokwari dan kepala badan pertanahan kabupaten Manokwari.

Bupati dalam sambutannya berharap pengambialihan kebun sawit Prafi akan menghadirkan perubahan positif terhadap kesejahteraan masyarakat setempat terutama masyarakat adat pemilik hak ulayat.

“Kepada PT.Yongjing Investindo, saya berharap jangan hanya mementingkan bisnis semata tetapi harus bisa menjadi partner Pemda dalam rangka mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat asli Manokwari sebagai pemilik hak ulayat, “ pesan Bupati.

“Jadikan para petani dan masyarakat sekitar sebagai subjek bukan sebagai objek. PT Yongjing harus lebih dashyat lagi (dari PTPN II), “ lanjut Salabai.

Sementara itu, Direktur PTPN II (Persero) Bhatara Moeda Nasution menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Manokwari juga masyarakat adat maupun para petani, jika selama 32 tahun berkarya di Prafi telah banyak menyusahkan dan membuat kecewa.

Direktur PTPN II menyerahkan memori serah terima perkebunan kepala sawit Prafi kepada pimpinan PT.Yongjing Investindo. Foto: CAHAYAPAPUA.com| Zack Tonu Bala

“Kami harapkan persaudaraan dan kekeluargaan yang terbangun selama 32 tahun ini dapat terus hidup. Ibarat perkawinan, (hubungan) ini sudah sangat sulit dilepaskan. Tapi dengan ikhlas kami lepas kebun sawit Prafi demi kemajuan yang lebih baik lagi untuk masyarakat, “ ucap Nasution terharu.

Pimpinan PT.Yongjing yang diwakili oleh Yohanes W, menyatakan pihaknya telah melakukan sejumlah terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan para petani terutama untuk kebun plasma yang dikelolah sendiri oleh masyarakat.

“Sekarang harga TBS (tandan buah segar) di kebun Pemda sudah kita samaratakan dengan harga yang dikeluarkan tim perumus (di atas 1000/Kg), “ kata Yohanes. Perusahaan asal China itu pun berjanji akan melakukan replanting (penanaman kembali) terhadap kebun inti yang sudah tidak produktif karena usianya sudah di atas 25 tahun.

“Kita ada program replanting dan segera dilaksanakan, “ ucap Yohanes yang juga eks karyawan PTPN II.

Adapun aset yang diserahkan PTPN II kepada PT. Yongjing Investindo meliputi kebun inti seluas 3.300 hektar, pabrik beserta peralatan lainnya, kebun PIR-SUS seluas 2.400 hektar untuk 1.200 KK, kebun PIR-ADB seluas 2.000 hektar untuk 1.000 KK dan kebun KKPA seluas 3000 hektar untuk 3.437 KK. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan