Warga Pantai Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, mengantri untuk menimbang sampah dalam program bank sampah UKM Pramuka Unipa di lokasi tersebut, Minggu, (11/3). UKM Pramuka berhasil mengumpulkan 150 kg sampah dalam aksi mereka. Lisna Boroallo/Cahaya Papua

Sehari, 150 kg limbah plastik terkumpul di Pasir Putih

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Bertempat di Pantai Pasir Putih Manokwari Timur, aksi pemulung keren bersama Bank Sampah UKM Pramuka Unipa menghasilkan 150 kg limbah plastik, Minggu (11/03/).

UKM Pramuka menyatakan setelah adanya perhatian dari pemerintah daerah dengan dukungan mobil operasional khusus limbah plastik dan biaya operasional (subsidi) limbah plastik menjadi Rp. 2000/kg, partisipasi masyarakat mulai nampak dengan bertambahnya jumlah nasabah bank sampah.

Ketua UKM Pramuka Unipa Benoni Dimara mengatakan, sosialisasi akan terus dijalankan sesuai program kerja yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 lalu, dengan tiga aksi mengurangi limbah plastik dengan cara sedekah, edukasi dan tabungan.

“Aksi hari ini di Pasir Putih spontanitas warga sangat baik sekali, sehingga kami akan secara berkesinambungan melayani pantai Pasir Putih setiap hari minggu, disamping jadwal setiap hari melalui mobil khusus limbah plastik” kata Benono.

Partisipasi warga salah satunya yang disampaikan mama Ata, bahwa sangat berterimakasih atas aksi UKM Pramuka Unipa melalui bank sampah.

Benono mengatakan pihaknya akan aktif melakukan pengumpulan limbah plastik di Pantai Pasir Putih dan sekitarnya karena selama ini warga hanya membakar limbah plastik. Dia berhara dengan cara tersebut akan menjadikan Pantai Pasir Putih bebas limbah plastik.

“Atas nama UKM Pramuka kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak Pemda Manokwari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat Manokwari yang telah berpartisipasi,” ujar Pembina UKM Pramuka Unipa Yohanes Ada Lebang.

“Kami juga berharap adanya dukungan penuh dari pihak swasta maupun sponsor/donator untuk membantu kami dalam penyediaan pabrik pengolahan maupun kendaraan operasional maupun dukungan teknis lainnya dapam upaya mewujudkan Manokwari nol sampah dan mendukung program pemerintah bebas sampah 2025.” |Lisna Boroallo

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: