Sekda baru Wondama: ASN harus jadi motor penggerak percepatan pembangunan

WASIOR— Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama Denny Simbar mengatakan dibutuhkan kerja keras, komitmen dan integritas yang tinggi seluruh jajaran aparatur sipil negara dalam melakukan terobosan dan percepatan pembangunan daerah dalam rangka mengejar ketertinggalan daerah.

Langkah percepatan harus dilakukan mengingat sesuai Perpres nomor 131 tahun 2015 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2015-2019, Kabupaten Teluk Wondama masih dikategorikan sebagai salah satu daerah tertinggal bersama 122 kabupaten lain se Indonesia.

Sewaktu menyampaikan rencana strategis Sekda di hadapan para pimpinan OPD bersama pejabat eselon III dan IV, Selasa (7/11) di gedung Sasana Karya kantor bupati di Isei, Denny yang baru sehari menjabat Sekda memaparkan tiga indikator utama yang menjadikan Wondama masih menyandang predikat daerah tertinggal.

Pertama Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah. Berdasarkan data BPS, IPM Kabupaten Teluk Wondama pada 2016 baru mencapai 57,16. Wondama berada pada peringkat ke-9 dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Sementara untuk nasional, Wondama berada di peringkat 400-an.

Kedua, jumlah penduduk miskin masih cukup tinggi. BPS mencatat pada 2016 jumlah penduduk miskin di Teluk Wondama sebanyak 37,19 persen dari jumlah penduduk. Dan ketiga, pengeluaran perkapita sebulan yang masih rendah yakni sebesar Rp.886.345.000. Ini masih jauh di bawah standar minimum yang ditetapkan BPS yaitu sebesar Rp.1.007.346.

“Makanya perlu ada langkah-langkah percepatan atau afirmasi oleh pemerintah daerah dengan motor penggerak ASN. Kalau ASN tidak bergerak melakukan akselerasi maka mustahil kita bisa mengejar ketertinggalan itu,” ujar mantan Asisten Bidang Administrasi dan Pembangunan Kabupaten Jayapura ini. (brv)

Leave a Reply

%d bloggers like this: