Site LNG Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Sektor Migas Sumbang 31 Persen untuk Ekonomi Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Tingkat Pertumbuhan ekonomi Papua Barat triwulan II Juni 2015 didominasi oleh sektor pengolahan dan migas mencapai 31,52% (yoy), diikuti sektor pertambangan dan penggalian sebesar 20,35% (yoy), jasa konstruksi sebesar 11,8% (yoy) dan pertanian dan perikanan sebesar 10,64% (yoy).

Dibandingakan pertumbuhan ekonomi Papua Barat triwulan I tahun 2015 tidak terjadi pertumbuhan ekonomi atau droop.

“Triwulan I tahun 2015, tidak ada pertumbuhan, justru terjadi penurunan tingkat pertumbuhan. Itu terjadi sebesar -1,78% (yoy), sementara pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada semester II bulan Juni 2015 mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 7,39 % (yoy),” ungkap Analis Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat, Pamungkas Hadi di ruang kerjanya,Selasa (6/10/2015).

Faktor-faktor pendukung terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi Papua Barat semester II Juni 2015 ini di antaranya adalah membaiknya kinerja produksi LNG Tangguh.

“Jadi pada triwulan II Juni 2015 itu harga LNG membaik dengan harga jula perbarel mencapai 60 dolar amerika (USD),” tuturnya.

Kinerja pertumbuhan ekonomi, kata Pamungkas sangat besar dipengaruhi oleh kinerja LNG Tangguh, ini sebagai roda penggerak utama pertumbuhan ekonomi Papua Barat.

“Kalau harga minyak dunia naik secara otomatis kinerja pertumbuhan ekonomi Papua Barat ikut naik, tetapi kalau harga minyak dunia turun maka pertumbuhan ekonomi kita akan ikut terdepresiasi,” terangnya.

Sumbangan LNG Tangguh terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi Papua Barat dari sektor pengolahan tambang telah melebihi 50% dari 3 sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi Papua Barat lainnya.

Sementara nilai ekspor terbesar untuk Papua Barat pada triwulan II Juni 2015 bersumber dari pengolahan sektor migas sebesar 191,95 juta USD (yoy), pada awal tahun 2015 mengalami penurunan, tetapi penurunan itu dapat di take of oleh harga minyak dunia yang kembali membaik. Posisi terakhir ekspor minyak mentah triwulan II juni 2015 sebesar 20,62% (yoy).

LNG Tangguh merupakan penyumbang terbesar ekspor migas Papua Barat dibandingkan perusahaan migas lainnya yang beroperasi di Papua Barat, seperti Petro Cina, dan Pertamina.

“Ekspor olahan migas terbesar untuk papua barat itu lebih besar dari LNG Tangguh, kalau Pertamina dan Petro Cina masih sangat kecil,” katanya.

Sektor migas merupakan sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi Papua Barat terbesar, dimana dari sisi pertumbuhan ekonomi sektor migas mendominasi sektor lainnya. Sektor migas pada triwulan II Juni mencapai 50% dan dari sisi ekspor mencapai 90% lebih.

Sementara sektor pertanian dan perikanan sebagai penyumbang tingginnya laju pertumbuhan ekonomi Papua Barat sebesar 10,64% (yoy).

Ini lebih besar ditunjang oleh kinerja perikanan, namun di triwulan II Juni 2015 ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan, dikarenakan salah satu indikator penghambatnya adalah kebijakan moratorium perikanan yang dikeluarkan oleh menteri perikanan.

Penurunan sektor perikanan ini mulai terjadi sejak awal triwulan. Pada bulan Maret ekspor perikanan mencapai 0,21 juta USD (yoy) sementara bulan April-Mei tidak ada ekspor perikanan, pada triwulan II Juni terjadi ekspor sebesar 0,15 juta USD (yoy). “Awal triwulan itu, ekonomi kita dari sektor perikanan sudah droop dan kembali meningkat pada triwulan II juni 2015.”

Kontribusi sektor jasa konstruksi terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat semester II Juni 2015 sebesar 1.492 miliar (yoy) atau sebesar 11,8% dari total pertumbuhan ekonomi Papua Barat semester II Juni 2015 sebesar 7,39%. |RIZALDY|BUSTAM