Pilkada serentak 2015

Sekwan Belum Terima Surat Pengunduran Diri Andarias Wam

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Hingga sisa batas waktu 60 hari yang ditetapkan KPU bagi pasangan calon yang masih berstatus PNS, dan anggota DPRD menyerahkan SK pengunduran diri sebgai PNS maupun anggota DPRD.

Hingga, Rabu (7/10/2015) calon Wakil Bupati Andarias Wam belum menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD kepada sekretaris dewan dan pimpinan dewan untuk dibahas.

Pada sidang paripurna pembahasan alat kelengkapan DPRD kemarin, sempat dilakukan pembahasan terhadap status pengunduran diri anggota DPRD fraksi PAN, Andarias Wam yang saat ini sedang mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Kabupaten Manokwari mendampingi calon bupati Bernard F. Boneftar pada Pilkada serentak 2015.

Sidang pembahasan pengunduran diri Andarias Wam itu, Ketua DPRD Manokwari, Dedy S May mempertanyakan surat permohonan pengunduran diri Andarias Wam sebagai anggota DPRD Manokwari untuk maju sebagai pasangan calon wakil bupati.

Pertanyaan itu dialamatkan kepada sekretaris dewan, namun saat itu sekretaris dewan tidak berada di tempat. Ketua DPRD meminta salah satu kepala bidang menghubungi Sekwan via handpone untuk mempertanyakan surat pengunduran diri Andarias Wam.

Setelah dihubungi, Sekwan Aljabar Makatita menyatakan hingga saat ini, dirinya belum menerima surat pengunduran diri secara resmi dari anggota DPRD Andarias Wam.

Mendengar jawaban Sekwan, ketua DPRD kemudian meminta tanggapan dari anggota DPRD terkait status pencalonan Andarias Wam yang berdasarkan Peraturan KPU diberikan waktu 60 hari sejak ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati untuk melengkapi berkas administrasi berupa SK pengunduran diri sebagai anggota DPRD, namun sisa waktu 16 hari itu DPRD belum menerima surat pengunduran diri Andarias Wam.

Anggota DPRD pada sidang itu menyepakati akan membahas pengunduran diri Andarias Wam apabila telah menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Manokwari.

“Kita tetap akan menunggu surat pengunduran diri, karena dasar untuk mengundurkan diri anggota DPRD yang diatur dalam Undang-Undang Susunan dan Kedudukan (UU Susduk) itu ada tiga, yang pertama berhalangan tetap atau meninggal dunia, kedua, mengudurkan diri oleh yang bersangkutan dan ketiga diberhentikan dari partai asal,” sebut Dedy menjelaskan.

Dari ketiga syarat pengunduran diri itu, kata Dedy tidak serta merta seseorang karena mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati dan dinyatakan terdaftar oleh KPU, terus secara otomatis DPRD memberhentikan yang bersangkutan. “Tidak, kita akan tetap menunggu surat pengunduran diri dari yang bersangkutan,” ucapnya.

Surat pengunduran diri itu kata Dedy merupakan dasar bagi DPRD untuk menggelar sidang pari purna pembahasan tanggapan terhadap pengunduran diri dan posisi jabatan lowong setelah pengunduran diri yang bersangkutan dan mekanisme lebih lanjut terkait pengunduran diri yang Andarias Wam. |RIZALDY|BUSTAM