Keramba ikan milik warga Mairasi di Kaimana Papua Barat. Legislator DPR Papua Barat melontarkan kritik kepada pemprov atas kecilnya APBD dari provinsi ke kabupaten Kaimana. | CAHAYAPAPUA.com |Isabela Wisang

Selama 2014 Kaimana Hentikan Bantuan Alat Tangkap Ikan

KAIMANA,CAHAYAPAPUA.com– Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Kaimana untuk tahun 2015 hanya akan menyalurkan bantuan alat tangkap kepada nelayan yang benar-benar membutuhkan. Perubahan ini dilakukan karena sebagian alat tangkap yang disalurkan selama 2013 tidak digunakan tapi dijual kepihak ketiga.

Menurut dinas terkait, pengubahan ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan bantuan perikanan.

“Tahun ini (2014) kami tidak salurkan bantuan. Sementara tahun 2015 bantuan hanya akan diberikan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sesuai pengusulan melalui Musrenbang program tahun 2015 beberapa waktu lalu,” kata kadis Kelautan dan Perikanan Kaimana, Mozes Werinusa di Kaimana, Papua Barat, belum lama ini.

Dikatakan, penghentian bantuan dilakukan karena dinas ingin mengevaluasi sejauhmana manfaat bantuan alat tangkap yang telah dialokasikan pada tahun sebelumnya.

Menurut Mozes, sebelum tahun 2014, penyaluran bantuan perikanan berupa alat tangkap dan lainnya kepada masyarakat cukup tinggi dan bahkan tak terbendung. Sebagian dari bantuan, dimanfaatkan sesuai peruntukan, namun sebagiannya lagi tidak digunakan sesuai tujuan penyaluran bahkan dijual kepada pihak ketiga. Untuk mengantisipasi masalah ini, dinas berkebijakan menghentikan penyaluran bantuan pada tahun 2014.

Sedangkan untuk tahun 2015 lanjut Kadis Mozes, bantuan hanya dialokasikan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan terutama yang telah diusulkan melalui Musrenbang 2015 beberapa bulan lalu. “Untuk tahun 2014 tidak ada itu bantuan jaring, jhonson atau sarana yang lain seperti cool box. Kami coba mengevaluasi yang sudah diberikan selama ini. Bantuan terakhir tahun 2013, kami mau lihat dulu pemanfaatannya. Jangan sampai tiap tahun dialokasikan kepada orang yang mengatas namakan nelayan, setelah itu dia jual lagi di pasar,” tukas Mozes.

Ditambahkan, program fokus Dinas Kelautan dan Perikanan di tahun 2014 dan 2015 adalah budidaya ikan kerapu dan teripang melalui keramba multi fungsi serta budi daya rumput laut. Untuk budi daya ikan, tahun depan DKP akan membangun 118 unit keramba pada titik yang cocok sesuai permintaan masyarakat. Sedangkan rumput laut, akan ditingkatkan pendampingan terhadap petani rumput laut, yang tersebar pada beberapa titik. Dinas akan memperbanyak bibit rumput laut, untuk dibagikan kepada para petani. |ISABELA WISANG

 

EDITOR: IMRAN

Tinggalkan Balasan