Filep Wamafma.

Seleksi Praja IPDN, Gubernur diminta tetapkan kebijakan jelas

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, diminta segera mengambil langkah untuk menetapkan kebijakan yang jelas ihwal seleksi Praja IPDN.

Hal ini, menyikapi persoalan porsi penerimaan praja IPDN yang kerap mengecewakan masyarakat. Dimana, tahun ini, 34 orang yang dinyatakan lulus dari wilayah Papua Barat, dinilai tak sesuai dengan proporsi yang diharapkan masyarakat.

Akademisi dari STIH Manokwari, Filep Wamafma mengatakan, melihat perbandingan porsi yang dinilai tak memberikan kesempatan bagi putra -putri asli Papua, perlu ada regulasi yang mengikat untuk mengakomodir hal ini.

Dia mengharapkan adanya ketegasan dan perhatian Gubernur Papua Barat, yakni segera merundingkan hal ini bersama legislatif, sehingga melahirkan kebijakan khusus terkait proses seleksi IPDN untuk putra- putri asli Papua di tahun mendatang.

“Setelah saya cermati hasil pengumuman IPDN, memang kita semua kecewa. Dikarenakan keterwakilan masyarakat Papua pada hasil lulusan Praja IPDN dari Papua Barat, hampir 90% diantaranya adalah bukan anak – anak asli Papua. Padahal masyarakat Papua Barat yang tersebar di Kabupaten/Kota sangat menginginkan yang lulus adalah murni putra-putri anak asli Papua,” ucapnya.

Menurutnya, sudah semestinya SDM orang asli Papua ikut dalam tata kelola dalam dunia Pemerintahan di Papua Barat. Ini dimaksudkan agar nantinya dapat mempertahankan budaya dan kearifan lokal, serta memimpin di negerinya sendiri.

“Seharusnya pemerintah Papua Barat, mengawal anak – anak asli Papua untuk diberikan kesempatan memahami tentang manajemen pemerintahan melalui pendidikan, Maka pasti mereka akan kembali dan betah membangun daerahnya,”  ujar Filep. (cr-80)

Tinggalkan Balasan