Pasangan Irene Manibuy dan Abdullah Manaray saat mendaftar ke KPU Papua Barat, Kamis (23/9).

Sembilan Kursi Antar Irene-Manaray Bertarung di Pilkada

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat Irene Manibuy dan Abdullah Manaray mengantongi sembilan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, sebagai modal untuk bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017.

Sembilan kursi tersebut berasal dari empat partai politik, masing-masing Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) empat kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) satu kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) satu kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiga kursi.

Dukungan dari empat partai tersebut, telah dinyatakan sah oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Provinsi Papua Barat setelah melalui pemeriksaan pada pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Kamis (22/9/2019)

Pasangan ini nyaris memperoleh dukungan partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang memiliki empat kursi di DPR Papua Barat. KPU enggan menerima dukungan partai tersebut, karena SK dukungan dari partai baru tiba setelah KPU mengesahkan dukungan atas empat partai yang sudah diterima sebelumnya.

Disisi lain, SK dukungan tersebut tidak dibawa sendiri oleh ketua dan sekretaris DPD partai Gerindra Provinsi Papua Barat. Sore itu dukungan dibawa oleh wakil Sekretaris DPD Gerindra Papua Barat yakni Abu Kasim Manaray.

Ketua KPUD Papua Barat, Amus Atkana pada akhir proses pendaftaran pasangan Irene-Manaray menyatakan bahwa dukungan partai politik terhadap pasangan tersebut sudah terpenuhi. Sebab, secara akumulasi telah memenuhi syarat 15 persen kursi di DPR Papua Barat

Meskipun demikian, katanya, ada beberapa berkas yang harus dipenuhi sebelum masa verifikasi berkas pasangan bakal calon berakhir.

Setelah mendaftar, lanjutnya, pasangan ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang akan dilaksanakan hari ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari. Tes Kesehatan tersebut akan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Psikolog.

Pendaftaran pasangan Irene-Manaray sempat terkedala dan KPU melalui persetujuan Bawaslu melakukan scorsing selama 15 menit.

“Scorsing itu kami lakukan karena masalah penerapan format penyusunan berkas yang dilakukan tim pasangan calon. Format tersebut tidak sesuai dengan format KPU sehingga harus dilakukan penyesuaian, dan tadi sudah dilakukan serta sudah tidak ada lagi masalah,”kata Amus.

Terkait dukungan Gerindra terhadap Irene-Manaray, Amus menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menerima karena SK tersebut datang terlambat. Meskipun masih dalam proses sidang namun pihaknya sudah terlanjur mengesahkan dukungan atas Hanura, PKS, PPP dan PKB.

“Soal SK bukan sekedar kirim mengirim surat, disitu SK dukungan tersebut wajib diantar oleh ketua dan sekretaris umum partai,” katanya.

Terpisah Abu Kasim Manaray mengakui, bahwa SK dukungan dari partai Gerindra datang terlambat dibanding partai lainnya. Gerindra membutuhkan waktu untuk mengeluarkan SK dukungan dengan mempertimbangkan kandidat yang akan diusung.

Dia menyebutkan, SK Gerindra baru dikeluarkan kemarin yang dikirim via email. “Tadi jam empat saya baru dihubungi oleh salah satu wakil ketua DPP yang meminta saya bawa SK dukungan yang sudah di kirim via email untuk dibawa ke kantor KPU,” katanya kemarin.

Hari ini, ujarnya, ketua dan sekretaris umum DPD Gerindra Papua Barat, akan melakukan upaya agar dukungan partai tersebut tetap terakomodir sebagai partai pengusung pasangan Irene-Manaray.

“Dukungan Gerindra sudah final untuk Irene-Manaray. Besok ketua DPD dan sekretaris akan berkoordinasi dengan KPU,” katanya lagi. (IBN)

Tinggalkan Balasan