Ukiran dan pahatan Patung karya Elly Krey. Ia resah atas peredaran ukiran dan pahatan imitasi

Seniman Papua Resah Ukiran Imitasi Beredar

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Seniman asli Papua resah atas peredaraan dan perdagangan ukiran serta pahatan imitasi di luar dan wilayah Papua dan Papua Barat.

Salah satu seniman Papua, Elly Krey mengatakan, pratik perdagangan ukiran imitasi bermotif khas Papua sudah berlangsung cukup lama. Hal ini sangat merugikan seniman Papua sebagai pemilik hak cipta atas karya tersebut.

Ia berharap, persoalan ini menjadi perhatian baik pemerintah daerah maupun pusat. Sebab, kerajinan itu merupakan salah satu khasanah atau kekayaan bangsa.

Elly menjelaskan, ukiran serta pahatan yang diproduksi para seniman Papua, memiliki nilai budaya cukup tinggi. Ide yang tertuang dalam setiap karya tersebut, tak terlepas dari nilai sejarah, budaya, pola dan gaya hidup masyarakat di tanah ini.

“Setiap ide yang tertuang dalam ukiran kita, bukanlah karya hampa. Semua memiliki nilai, hanya pengrajinya yang mengetahui itu,” kata dia.

Dia menyebutkan, karya imitasi itu lebih halus karena dibuat menggunakan alat canggih. Namun, karya tersebut tidak berbasis pada pemahaman budaya Papua yang dimiliki oleh pembuatnya.

“Karya dan budaya ini adalah identitas kita orang Papua. Kami tidak ingin identitas ini dicuri dan diperdagangkan seenaknya,” kata dia lagi.

Untuk menjaga warisan budaya leluhur Papua itu, Elly saat ini membina sebanyak delapan orang pemuda Papua. Dua orang diantaranya saat ini sedang diberangkatkan di Yogyakarta untuk belajar membuat fiber.

Ia ingin, ada generasi penerus yang mampu menuangkan ide seninya ke dalam setiap karya. Disisi lain, ia tak ingin karya ukiran dan pahat khas Papua tergerus oleh karya imitasi yang di produksi oleh seniman non Papua.

Selain melatih tatacara mengukir dan memahat, ia pun melatih para pemuda itu memahami dan membedakan budaya seluruh suku Papua yang mendiami seluruh pulau di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pada kesempatan itu, Elly juga mengajak para seniman di daerah tersebut untuk terus berkarya. Ia tak mau seniman Papua menganggur dan terpuruk dalam kondisi ekonomi serta tidak mampu berbuat yang terbaik bagi bangsanya.

“Jangan kita mengaku seniman namun tidak ada karya yang kita hasilkan. Mari terus berkarya, agar warisan ini terus terjaga,” ujarnya menambahkan. (ICL)

Tinggalkan Balasan