Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait (kiri) berbincang dengan suami Frelly, korban pembunuhan sadis yang terjadi Teluk Bintuni akhir Agustus lalu, Selasa (29/9).

Serahkan Penghargaan kepada Polisi, Ketua KPAI Kunjungi Manokwari Besok

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait di rencanakan akan kembali berkunjung ke Manokwari, Papua Barat, Jumat (12/2) besok.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat ( Kabid Humas) Polda Papua Barat AKPB. JH Sitorus mengatakan kedatangan Aris ke Manokwari berkaitan dengan isu kekerasan anak di daerah ini.

“Tujuan beliau kesini untuk memberikan penghargaan atas keberhasilan Polda Papua Barat menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak di Teluk Bintuni,” klaim JH Sitorus kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

JH Sitorus mengatakan kasus kekerasan terhadap anak di Papua Barat di tahun 2015 lalu yang paling besar dan menonjol adalah pembunuhan ibu dan dua orang anak di Teluk Bintuni.

Meski demikian ia menambahkan sejumlah kasus kekerasan terhadap anak di Papua Barat juga ada, namun gaung kasus yang lain itu tidak sebesar kasus di Bintuni.

Menurut JH Sitorus, polisi kadang menempuh cara kekeluargaan dalam menyelesaikan kasus kekerasan terhadap anak yang bersumber dari kekerasan dalam rumah tangga.

Ini ditempuh karena mempertimbangkan dampak yang luas terhadap beban mental dan psikologi yang dapat terjadi pada anak jika kasus ditempuh secara hukum.

Kasus pembunuhan terhadap seorang ibu dan dua yang dimaksud JH Sitorus terjadi di Bintuni pada 27 Agustus 2015. Pembunuhan sadis tersebut memicu unjuk rasa besar di Manokwari.

Kasus ini bahkan memaksa Arist Merdeka Sirait berkunjung ke Manokwari dan Bintuni. Ujungnya penegak hukum mengungkap oknum anggota TNI Angkatan Darat Prada SJ dibalik pembunuhan itu. |ADLU RAHARUSUN