Pemerkosaan. Shutterstock/Vemale.com

Setubuhi Anak Kandung, Bapak Bejat Ini Terancam 13 Tahun Penjara

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com — Masih ingat kasus bapak bejat berinisial MS yang nekat menyetubuhi anak kandungnya  sebanyak 4 kali di di distrik Prafi, Manokwari?

Dalam sidang lanjutan kasus ini, Jumat (12/12/2014), Jaksa Penuntut Umum Kejari Manokwari Aminah Mustofa menuntut MS dengan hukuman 13 tahun penjara. Ia juga didenda Rp. 60 juta, jika tidak diganti hukuman penjara 6 bulan.

Berdasarkan keterangan dan barang bukti selama persidangan, JPU menyimpukan terdakwa MS terbukti bersalah melakukan tindak pidana asusila dibawah umur, sesuai Pasal 81 Ayat 1 UU Perlidungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 Ayat ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa, MS nekat melakukan perbuatan bejat Sabtu, 11 Agustus 2012 sekitar pukul 19.30 WIT di kampung Wasegi Indah, Jalur IV Distrik Prafi. Korban saat itu baru saja pulang dari rumah ibadah dan hendak buang air besar. Tanpa diduga, MS mengikuti korban dan langsung mendobrak pintu kamar mandi. Ia memaksa korban bersetubuh. Korban sempat menolak namun bapak bejat ini akhirnya nekat memukul anaknya itu dan membenturkan kepala korban ke tembok kamar mandi. Karena sudah tak berdaya, MS akhirnya dengan leluasa menyetubuhi korban. Setelah itu MS mengancam agar korban tidak melaporkan perbuatannya itu kepada ibu korban.

Aksi bejat terdakwa yang kedua berlangsung 18 Agustus 2012 sekitar pukul 14.00 WIT. MS mengajak korban yang saat itu tidak curiga ke salah satu jembatan di Prafi. Setelah itu korban di paksa turun, lalu dibawa ke perkebunan kelapa sawit. Korban juga sempat dipukul.

MS kembali mengulangi perbuatan bejatnya tanggal 27 Agustus 2012, sekitar pukul 14.00 WIT di rumahnya. Korban yang tidak mencurigai niat jahat pelaku dipanggil untuk membeli rokok. Saat mendekati pelaku, korban ditarik ke dalam kamar dan disetubuhi dengan tindakan penganiayaan.

Tidak berhenti disitu, tersangka kembali melakukan perlakuan bejatnya tanggal 10 September 2012, sekitar pukul 19.00 WIT. Saat hendak ke kamar mandi, korban diikuti terdakwa. Karena kamar mandi tidak dilengkapi lampu, korban kaget melihat MS yang sudah berada di dalam kamar mandi. Di kamar mandi itu terdakwa melakukan perbuatannya disertai tindakan kekerasan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manokwari menunda sidang kasus ini pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa. |TAKDIR

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan