Gus Anom bin Syeikh Arifin Bin Ali Bin Hasan (kiri) bersama artis ibukota, Ricky Perdana.

Sholawatan bareng Gus Anom di Manokwari bakal dihadiri artis Ricky Perdana

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Acara sholawatan bareng ulama Gus Anom bin Syeikh Arifin Bin Ali Bin Hasan yang rencananya digelar pada Kamis (24/8) malam di Masjid Ridwanul Bahri, fasharkan, Manokwari, bakal dihadiri salah satu artis ibukota, Ricky Perdana. 

Kehadiran Ricky diharapkan ikut menarik antusiasme umat muslim Manokwari untuk mengikuti pengajian yang diorganisir oleh Majelis Taklim Al Munawarah Cabang Manokwari ini. “Informasi soal kehadiran Ricky Perdana kami dapat tadi dari guru (Gus Anom, red).  Malam ini kami sedang siapkan segala hal untuk kegiatan, semoga lancar,” kata penanggung jawab kegiatan, H. Faizal kepada Cahaya Papua, Selasa (22/8) sore.

Rangkaian kegiatan sholawatan ini akan digelar pada dua tempat berbeda di Manokwari. Antara lain,   pada Rabu 23 Agustus 2017 di Yayasan Pendidikan Salafiah, Aimasi SP III Prafi dan pada 24 Agustus di Masjid Ridwanul Bahri.

Faizal mengajak seluruh umat muslim untuk mengambil bagian yang digelar dalam rangka menyemarakkan hari kemerdekaan RI ke-72. “Kita berharap ini bisa memotivasi masyarakat muslim yg ada di kota Manokwari agar tidak melupakan tradisi bersholawat,” kata Faizal.

Sebelum kegiatan ini, tepatnya pada 8 Agustus lalu, Gus Anom memboyong 24 artis dalam sebuah kegiatan Sholawatan di Banjarmasin yang dihadiri ribuan jamaah. Beberapa diantara artis itu yakni Tommy Kurniawan, Verrell Bramasta, Indra Bruggman, Elvy Sukaesih, Venna Melinda, Sultan Djorghie, Anissa Trihapsari,  Ricky Perdana, Fahmi Bo, Zian eks Zigaz, Eddies Adelia, Feni Rose, Muzdalifah, dan lain-lain.

Gus Anom memulai berdakwah sekitar tahun 2004. Ia memilih untuk berdakwah jauh dari Jakarta dan memilih daerah-daerah terpencil.

“Saya pertamakali berdakwah ke Balikpapan. Lalu ke Samarinda, Manokwari, Makassar bahkan Singapura. Kalau enggak salah di Singapura lebih dulu,” ujar Gus Anom menceritakan awal dirinya berdakwah seperti dikutip liputan6.com.

Gus Anom mengaku punya alasan sendiri mengapa dirinya lebih memilih berdakwah ke daerah-daerah. “Karena di Jakarta sudah banyak ustaz, dai dan kyai. Kalau di daerah masih jarang. Saudara-saudara kita yang muslim, yang tinggal di daerah-daerah itu sangat butuh para guru agama. Makanya, saya hampir sebulan sekali itu ke Papua,” sambung Pria kelahiran 1 Mei 1979 ini.

Berda’wah, Gus Anom mengaku tak pernah memasang tarif bayaran. Malah, Gus Anom sering memberi sedekah kepada fakir miskin di tempat-tempat yang ia singgahi untuk berdakwah.

“Karena saya sendiri punya usaha. Guru saya juga bilang, sebelum jadi ustaz, perkaya diri sendiri, supaya enggak kufur. Saya juga ingin menegaskan, bahwa tidak semua ulama itu minta bayaran. Tidak semua ulama itu kalau diminta ceramah minta bayaran tinggi,” katanya. (che)

Tinggalkan Balasan