Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan

Siap-siap Prostitusi Berkedok Karaoke dan Panti Pijat Ijinnya Dicabut

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat, Manokwari mengalami perkembangan pesat, terutama didunia hiburan seperti tempat karaoke (live) dan panti pijat. Bahkan sebagian kalangan memanfaatkan kondisi sebagai ajang prostitusi terselubung termasuk menjual minuman keras.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan saat ditemui di salah satu hotel di Manokwari, Sabtu (2/4/2016), mengatakan, kedepan pihaknya akan mengevaluasi tempat karaoke dan panti pijat di daerah ini.

“Kalau memang di dalam aktivitas karaoke dan panti pijat terdapat perempuan nakal dan penjualan miras, maka akan kami cabut ijin usahanya,” demikian Bupati saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai maraknya prostitusi berkedok karaoke dan panti pijat yang menjamur di Manokwari.

Demas juga berencana membubarkan tempat prostitusi 55 di Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Untuk tujuan tersebut, pemerintah sedang melakukan kajian dan telah memerintahkan kepada Ketua RT setempat agar jangan terima warga yang baru.

Pemerintah berjanji akan memberikan santunan berupa modal usaha kepada para Pekerja Seks Komersil (PSK) terkait rencana tersebut. Jika keuangan daerah kurang memadai pemerintah berencana memberikan secara bertahap tidak kepada semua PSK.

“Santunan akan kami berikan secara bertahap. Dalam setahun kita kasih berapa orang begitu, misalnya. Santunan kami berikan sebab tuntutatan ekonomi yang membuat mereka PSK memilih jalan tersebut,” tutur Demas. (MAR)

Tinggalkan Balasan