Wakil Bupati Paulus Indubri (tengah) didampingi Kepala BKD Ujang Waprak (kiri) dan Kasatpol PP AKP Frans Torey memberi arahan kepada pegawai honorer terkait kejelasan nasib K-2, Jumat, 27 Januari 2017.

Siapkan SDM Berkualitas, Indubri Enggan Buka Perguruan Tinggi Kelas Jauh

WASIOR, Cahayapapua.com— Wakil Bupati Teluk Wondama Paulus Yulius Indubri mengakui salah satu janji politik Bupati Bernadus Imburi bersama dirinya pada masa kampanye lalu adalah mendorong hadirnya perguruan tinggi berkualitas di Wondama.

Kendati demikian, dia menegaskan membangun perguruan tinggi di Teluk Wondama bukan perkara yang mudah. Selain kajian ilmiah untuk memastikan kelayakannya, banyak persyaratan teknis lain yang mesti disiapkan Pemda termasuk anggarannya.

“Itu bukan pekerjaan satu tahun, itu butuh waktu kajian yang lama. Kami dua tidak mau mengulang persoalan yang kemarin yang sekolah jarak jauh itu (multicampus), karena menimbulkan masalah, “ ujar Indubri pada pertemuan dengan pegawai honorer di gedung Sasana Karya kantor bupati di Isei, baru-baru ini.

Indubri menyampaikan itu menanggapi pertanyaan salah seorang guru honorer di distrik Naikere Yokbet Woria. Yokbet mengatakan kehadiran perguruan tinggi di Wondama sangat penting agar para pegawai maupun masyarakat umum yang berijazah SMA maupun diploma berkesempatan mendapatkan ijazah sarjana.

Dikatakan Wabup, nanti akan ada tim khusus yang dibentuk guna melakukan kajian untuk mengetahui bidang keahlian apa yang paling dibutuhkan di Wondama. Hal itu penting agar  ke depan jika ada perguruan tinggi yang dihadir di Wondama maka fakultas maupun jurusan yang dibuka disesuaikan dengan bidang keahlian yang dibutuhkan tersebut.

“Jangan kita buka lagi di sini fakultas hukum. Jangan buka lagi ilmu administrasi.  Harus ada kajian yang baik yang benar-benar kita butuhkan untuk kepentingan daerah ini apa, “ lanjut Indubri.

Untuk mendorong kemajuan daerah, Wondama membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan terampil. Namun menurut Indubri, jangan sampai hanya demi memenuhi tuntutan ketersediaan SDM, Pemda lantas mengambil kebijakan instan.

“Kita ingin menjawab sumber daya di Wondama tapi tidak segampang itu. Karena kita butuh tenaga dosen dan lainnya yang perlu disiapkan dulu. Berapa uang kita, persyararan UU ada, Pemda harus siap 5 sampai 10 miliar dulu. Jadi butuh waktu yang tidak sedikit, “pungkas Indubri. (BRV)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: