Sidak tim Bapok di Manokwari kemarin.

Sidak, Tim Bapok Manokwari Tak Temukan Barang Kadaluarsa

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sub Tim Bapok Kabupaten Manokwari, Rabu (21/12/2016) melakukan sidak ke semua tempat usaha perdagangan makanan dan minuman di Kabupaten Manokwari.  Setelah 4 tahun pembinaan dan sosialisasi, di tahun ke 5 saatnya tindakan tegas bagi pedagang nakal.

Content Sponsored: Kapolda Papua Barat Rayakan Natal dengan Warga Sanggeng

Dibagi dalam 10 kelompok yang melakukan sidak di wilayah  kota Manokwari, dengan mengawali sidak pertama di Hadi Dept.Store. Tidak ada temuan barang kadaluarsa hanya beberapa produk dengan kemasan yang rusak.  Serta produk Industri Rumah Tangga (IRT) yang hanya memiliki izin IRT dan tanggal kadaluarsa (dari dinas kesehatan),  namun tidak memiliki izin perindustrian dari perindagkop. Produk tersebut berupa kue ringan yang dibuat oleh masyarakat.

Dikatakan Kepala Seksi Industri, Didik, seharusnya semua produk memiliki izin industri dan juga izin gangguan, dimana izin tersebut akan memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah.

“Sebenarnya bagus jika produk lokal yang dijajakan di supermarket seperti ini, namun izinnya juga harus lengkap bukan hanya dari dinas kesehatan saja tapi juga dari perindustrian untuk izin usahanya,” ujar Didik, disela-sela sidak.

Sementara itu, dikatakan Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Manokwari Endang Palupi, bahwa tindakan tegas akan diambil jika memang masih terjadi pedagang yang menjual barang-barang kadaluarsa.

“Para pengusaha diminta untuk mengamankan barang yang sebulan sebelum kadalurarsa, pembinaan dan sosialisasi sudah kita lakukan selama 4 tahun, dengan harapan tahun ke-5 ini bersih dengan kesadaran pedagang,” ujarnya kepada wartawan.

Ditambahkan Endang, konsekuensi untuk sidak ditahun kelima jelas yakni pencabutan izin bagi pedagang yang masih nakal. Menurutnya, perlindungan konsumen sangat penting apalagi jelang perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru seperti saat ini.

“Konsekuensinya izin dicabut, karena jangan sampai dari bahan makanan atau minuman yang dijual akan berimplikasi kepada masyarakat yang membeli dan mengonsumsi,” tegasnya.

Usai sidak keseluruhan sub tim bapok di Hadi Supermarket, selanjutnya 10 kelompok menyebar ke seluruh wilayah di kota Manokwari. Dimana masing-masing kelompok terdiri dari pegawai dinas perindagkop , balai POM, dinas kesehatan, dinas pertanian, kepolisian, TNI, satpol PP, dan wartawan.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementriaan Perdagangan Republik Indonesia, Dody Edward, menegaskan bahwa setiap pelaku usaha yang sengaja menimbun bahan pokok menjelang hari natal dan tahun baru akan diproses secara hukum.

Hal ini disampaikan kepada wartawan saat melakukan inpeksi mendadak di Kabupaten Manokwari, Sabtu pekan lalu. Dikatakan pihak berwajib mempunyai hak memproses setiap pedagang nakal yang mencoba membuat bahan-bahan pokok langkah.

“Tentunya itu akan ada sanksi karena belum lama ini Bapak Kapolri sudah mengimbau kepada seluruh Kapolda agar menjelang Natal dan Tahun Baru agar mengawasi penimbunan-penimbunan,” tegasnya.

Dody juga menyebutkan, jika nantinya ada pelaku penimbunan tersebut maka sanksi tegas berupa pencabutan ijin usaha akan ditegakan, mengingat hal tersebut dimaksudkan agar memberikan efek jera bagi oknum tersebut.

Menurutnya selama pantauan kujungannya di Manokwari, belum terdapat kasus penimbunan Bapok dimaksud. Untuk itu dirinya berharap kedepan hal tersebut tidak terjadi di Kota Injil Manokwari ini.
“Saya harap semuanya konsen menjelang hari besar ini karena jika tertangkap ada sanksi pencabutan ijin usahanya,” tutup Dody. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan