Ilustrasi

Sidang perdana, eks bupati Wondama diperlakukan istimewa

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Eks bupati Teluk Wondama 2 periode, Albert H Torey, terdakwa kasus kepemilikan Narkoba jenis sabu seberat 0,38 gram, mendapat perlakukan istimewa saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Manokwari, Kamis (13/7).

Perlakuan istimewa terhadap mantan pengguna Narkoba yang pernah divonis rehabilitasi dalam kasus Narkoba 2010 silam ini, mulai dari fasilitas mobil yang dia gunakan dari Lapas, hingga di dalam ruang sidang.

Dalam pantauan lapangan, Albert tiba di pengadilan sekitar pukul 10.00 WIT tidak dengan mobil tahanan tapi dengan mobil berbeda.

Di gedung pengadilan, dia juga tidak dititip di ruang tahanan pengadilan, selayaknya tahanan lain, tapi di salah satu ruang pegawai pengadilan.

Tidak hanya itu, meski terdakwa lain biasanya menggunakan rompi orange bertuliskan ‘Tahanan Kejaksaan’ saat menjalani sidang, namun yang bersangkutan bebas tak menggunakan rompi tersebut, bahkan ketika duduk di kursi pesakitan.

Albert Torey juga mendapat perlakuan istimewa usai sidang. Dia diantar menggunakan mobil yang sama menuju Lapas, meski pengawalan tetap dilakukan sejumlah pegawai Kejaksaan.

Meski terlihat mendapat perlakukan yang berbeda dari terdakwa lain, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Manokwari Andi Sitti Chaerdjariah berkelit. Dia mengklaim perlakuan terhadap Albert Torey sudah sesuai standart operasional prosedurt (SOP) Kejaksaan.

“Kami tidak gabungkan dengan tahanan lain karena ruang sel tahanan di Pengadilan Negeri Manokwari sudah penuh dengan puluhan tahanan pidana umum lainnya. Selain itu terdakwa datang terlambat ke Pengadilan Negeri Manokwari,” ujar Andi.

Sementara itu ketika mengikuti sidang, Albert Torey terlihat tanpa didampingi pengacara, meski hakim telah meminta dirinya mengikuti sidanh didampingi pengacara.

Albert Torey ditangkap Satuan Reskrim Narkotika Polres Manokwari akhir Januari, di rumahnya yang beralamat di Jalan Pertanian Wosi dalam, bersama dua orang wanita yang salah satunya diketahui merupakan istrinya berinisial V –kini menjadi DPO.

Dalam penangkapan itu polisi menemukan 0,38 gram sabu beserta alat hisap bong. Dia dijerat pasal 112 dan 127 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maskimal 4 tahun penjara. (one) 

Tinggalkan Balasan