Ketua fraksi Otsus, Yan Anthon Yoteni

Sikapi laporan pertambangan ilegal, Fraksi Otsus DPR-PB jaring Asmara ke Kebar

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Setelah menerima keluhan masyarakat di Kebar, terkait penyalahgunaan izin, yang semestinya izin tanam jagung, tetapi dalam praktiknya mengelola penambangan.

Menanggapi hal itu, fraksi Otsus DPR Papua Barat akan menjaring aspirasi masyarakat (Asmara) di daerah tersebut.

“Hari ini sudah masuk jadwal penjaringan aspirasi masyarakat, fraksi otsus terbagi dalam dua kelompok, daerah Sorong Raya berhubungan dengan tanah adat Malamoy yang menjadi sengketa dan Kebar, ada perusahaan yang ijinnya adalah tanam jagung tapi dalam prakteknya adalah mengelola emas dan tambang,” kata Ketua Fraksi Otsus DPRPB, Yan Anton Yoteni, Selasa (21/3).

Yoteni mengatakan, fraksi Otsus akan meninjau daerah tersebut dengan meninjau peruntukan surat, apakah ada penghormatan terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

“Staf juga sudah menyurat ke distrik dan kita akan berkunjung kesana besok (hari ini red),” ujarnya.

Dominggus Sani, anggota fraksi Otsus DPR Papua Barat, menambahkan, beberapa anggota fraksi Otsus DPRPB akan menjaring asmara di Sorong terkait sengketa tanah.

“Di Sorong terjadi sengketa tanah antara masyarakat dengan PT Akam, yang mengekploitai galian C, masa pengerjaan tahap pertama selama 30 tahun yang sudah berakhir pada Oktober 2017 lalu, sehingga ini yang akan kita kunjungi kesana,” terangnya.

Sani menilai, selama ini telah terjadi pendekatan masalah yang tidak tepat dimana masih menggunakan sitem komunal. |Elyas Estrada

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: