Ilustrasi

Simpan Barang Teman, Takdir Diseret ke Pengadilan

SORONG, Cahayapapua.com––  Hati-hati menyimpan barang titipan teman yang tidak diketahui asal muasalnya. Pertengahan Juli lalu seorang warga di Kota Sorong bersedia menyimpan barang-barang temannya yang ternyata adalah barang curian. Ia akhirnya harus rela menjadi pesakitan karena dituduh sebagai penadah.

Kasus ini menimpa Takdir Yusuf. Ia kini menjadi terdakwa sebagai penadah barang curian milik temannya Mandra Rada dan Kurniawan Muksin Ohoitenan, yang lebih dulu menjadi terdakwa kasus pencurian.

Takdir mengaku ia tidak tahu jika barang titipan Mandra dan Muksin itu adalah barang curian. Karena itu ia tetap menyimpan barang-barang tersebut ketika dimintai tolong.

Ia pertama kali menyimpan barang-barang Mandra dan Muksin itu pada 17 Juli 2016 lalu. Saat itu Mandra dan Muksin datang menggunakan mobil minibus sekitar pukul 17.00 WIT membawa setumpuk barang yang rupanya spare part kendaraan. Tumpukan spare part itu belakangan diketahui merupakan barang curian dari sebuah bengkel di daerah itu bernama Bengkel Rasta.

Sejak saat itu ia menunggu Mandra dan Muksin untuk mengambil barang titipan tersebut, namun tak kunjung datang hingga suatu waktu polisi tiba di rumahnya. Dari hasil penggeladahan polisi menemukan barang-barang tersebut dan menyeretnya ke Mapolres Sorong Kota.

Belakangan Takdir ditetapkan sebagai tersangka karena dituduh sebagai penadah. Sidang pemeriksaan saksi kasus ini digelar di Pengadilan Negeri Sorong kemarin. Namun karena hakim tidak lengkap sidang ditunda hingga Selasa 25 Oktober mendatang. Takdir dijerat pasal tunggal 480 ayat 1 KUHP. (NSR)

Tinggalkan Balasan