Pembentukan PIK Remaja di Kabupaten Manokwari oleh BKKBN Papua Barat.

Sistem Rayonisasi Belum Maksimal

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Meski telah menerapkan sistem rayonisasi kurang lebih selama dua tahun belakangan, namun Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manokwari Barnabas Dowansiba mengakui sistem tersebut belum seutuhnya berjalan maksimal.

Ia mengatakan belum maksimalnya sistem itu karena beberapa peserta didik baru baik di Tingkat SD, SMP, SMA/K yang mendaftarkan diri tidak sesuai dengan wilayah tempat tinggalnya.

Meski secara keseluruhan, dikatakan Barnabas terpantau berjalan aman dan lancar sesuai dengan yang diharapkan. “Memang ada yang dari Sorong, tetapi mau tidak mau kita harus tetap terima kan, tidak mungkin kita menolak anak itu,” ucapnya.

Menurut Barnabas, yang terpenting dari sistem rayonisasi ini adalah menjamin keamanan serta keselamatan peserta didik yang bersangkutan dalam bersekolah dan hal tersebut yang menjadi prioritas dalam sistem rayonisasi.

Dirinya mengakui, sejauh ini yang menjadi persoalan dalam menerapkan sistem rayonisasi terletak pada kawasan kota Manokwari, dimana beberapa sekolah favorit yang berada di kawasan tersebut membuat banyak murid ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah tersebut. “Daerah kota ini yang masih menjadi masalah tapi di daerah pinggiran sudah tidak ada masalah,”jelasnya.

Disisi lain Barnabas juga mengatakan, terdapat beberapa kelemahan dalam nenerapkan sistem tersebut salah satunya adalah keterbatasan sekolah dibeberapa wilayah yang masuk dalam sistem Rayonisasi.

“Harusnya ada salah satu Sekolah SMP misalnya di Dataran Reremi Puncak hingga Bumi Marina, dan Satu Sekolah SMA di kawasan Amban  dan beberapa Daerah lainnya lagi,” tegasnya baru-baru ini. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan