Yudi S, Kepala SKB Teluk Wondama.

SKB Wondama target bebaskan 1000 warga buta aksara pertahun

WASIOR, Cahayapapua.com— Kabupaten Teluk Wondama sampai saat ini masih bergelut dengan buta aksara. Diperkirakan masih cukup banyak warga Wondama yang  belum bisa membaca, menulis dan berhitung.

Untuk itu sejak awal tahun ini Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) telah menyebar para tutor guna membentuk kelompok belajar pendidikan keaksaraan pada 10 distrik dari total 13 distrik di Wondama.

Kepala SKB Teluk Wondama Yudi S ditemui di kantor SKB di Isei, Selasa (22/8) mengatakan pihaknya menargetkan bisa terbentuk 100 kelompok belajar dalam tahun ini di mana setiap kelompok terdiri atas 10 orang warga belajar.

“Kita targetkan misalnya tahun ini bisa bebaskan 1.000 orang (dari buta akasara). Tahun depan 1.000 orang, kalau begitu mungkin dari penduduk Wondama kalau 4.000 yang buta aksara dalam 4 tahun sudah selesai, “ ujar Yudi.

Pendidikan keaksaraan dilakukan dalam waktu 3 bulan khusus untuk keaksaraan dasar dimana lulusannya diharapkan bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung).  Mereka yang telah lulus keaksaraan dasar bakal mendapatkan surat keterangan melek aksara (Sukma).

Berbekal Sukma warga bisa mengikuti keaksaraan tingkat lanjut sampai dengan  keaksaraan tingkat mahir. Yudi menuturkan dalam 2 tahun terakhir minat warga masyarakat untuk mengikuti pendidikan buta aksara semakin meningkat. Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Dalam tahun ini sendiri sedikitnya ada 5 kelompok belajar yang telah menyelesaikan pendidikan antara lain di Sobei distrik Teluk Duairi dan di Tandia distrik Rasiei.

“Setiap kelompok belajar itu ada 10 orang yang lulus ada yang 7 0rang ada yang 8 orang. Yang tidak lulus kita ikutkan kembali tahun depan, “ jelas mantan kepala sekolah ini. (brv)

Tinggalkan Balasan