Ketua GMNI Cabang Manokwari, Yosak Saroi

Soal Dana Desa, Pemkab Pegaf Diminta Perbanyak Sosialisasi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak diminta perbanyak kegiatan sosialisasi tentang program dana desa dan bimbingan tekhnis (Bimtek) pengelolaan serta pendampingan dana desa terhadap aparat pemerintahan kampung.

Hal itu penting bagi aparat pemerintahan kampung, untuk mengelola program dan anggran yang bersumber dari dana kampung. Demikian kata Bendahara Pengelola dana kampung Leihak, Distrik Hink, Yosak Saroi, siang kemarin.

“Harus ada sosialisasi, Bimtek dan pendampingan yang jelas dari pemerintah kabupaten dan pemerintah distrik kepada aparat kampung,” katanya.

Menurutnya, hal itu sangat penting dilakukan pemerintah daerah, agar kepala kampung beserta aparat pemerintahan kampung dapat memahami proses dan mekanisme pengelolaan dana kampung.

“Agar kita dapat memahami, proses pengelolaan dana kampung, sampai pada penyusunan dan pelaporan dana kampung itu,” ujar Yosak Saroi.

Ia mengaku, sejak bergulirnya program dana kampung ini, dirinya sebagai bendahara pengelola dana kampung, maupun kepala kampung dan aparat pemerintahan kampung lainnya belum memahami.”Saya masih bingung”.

Sebab, proses pencairan dana desa tahap pertama pada 19 September lalu, tidak diserahkan melalui rekening pemerintahan kampung, namun diserahkan secara simbolis oleh pemda Pegaf tanpa disertai bukti administrasi penyerahan dana desa itu.

Untuk itu, ia meminta agar penyerahan dana desa tahap satu maupun tahap dua diserahkan melali rekening pemerintahan kampung, sehingga dapat dipergunakan sesuai dengan program dan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah kampung.

Yosak Saroi juga meminta Pemda Pegaf untuk memberikan kepastian pendampingan pengelolaan dana desa, agar dalam pelaksanaan program dana desa itu, dapat terarah, terukur dan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik oleh aparat pemerintahan kampung, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dari pusat hingga kampung.

Bila tidak ada petugas pendampingan yang jelas dari pemerintah, Yosak Saroi kuatir apabila terdapat kesalahan saat pengelolaan hingga pelaporan dana desa, pihak mana yang akan dipersalahkan.

“Kalau BPK lakukan pemeriksaan, terus ditemukan ada kesalahan, nanti kami tolak kesalahan kepada siapa,” katanya.

Ia berharap agar penyaluran dana desa tidak diserahkan secara langsung kepada pemerintah kampung tanpa melalui rekening pemerintah kampung.

“Yang ditakutkan itu, kalau pemda kasih uang itu secara langsung ke kami, tanpa ada bukti penyerahan, bisa dikatakan itu dana pribadi, tapi kalau diserahkan melalui rekening, berarti itu murni dana desa,” tandas Yosak Saroi. | RIZALDY|EDITOR : BUSTAM

 

%d bloggers like this: