Solidartas Kemanusiaan dan Keadilan

Warga Manokwari Galang Aksi Solidaritas untuk Korban Pembunuhan di Bintuni

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Gelombang kecaman serta tuntutan agar aparat segera menuntaskan kasus pembunuhan  Frelly Dian Sari (26 tahun) yang dikabarkan mengandung 4 bulan dan dua anaknya, Cicilia Putri Natalia (6 tahun) dan Andhika (2 tahun) di Kabupaten Teluk Bintuni akhir bulan lalu, tidak surut.

Jumat (18/9) pukul 09.00 WIT pagi, di Kota Manokwari – Provinsi Papua Barat, Solidaritas Kemanusiaan dan Keadilan Terhadap Pembunuhan Frelika (Frelly, Cicilia dan Andhika) akan beraksi bersama sejumlah elemen masyarakat lainnya di Manokwari

Koordinator Solidaritas Kemanusiaan dan Keadilan Terhadap Pembunuhan Frelika, Edison Baransano mengatakan, ada tiga rangkain kegiatan yang akan dilakukan. Pertama, aksi longmarch atau turun ke jalan pada hari Jumat 18 September 2015, jam 09.00 WIT pagi.

Titik kumpul di Lapangan Borarsi dengan rute perjalanan mulai dari Jalan Merdeka menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pahlawan dan finish di Markas Polda Papua Barat.

“Kenapa kita ke Polda, disitu tujuannya memberikan dukungan kepada Polda Papua Barat dan Polres Bintuni dalam upaya penyelesaian pengungkapkan kasus, berikut pelakunya hingga masalah ini tuntas,” ujar Edison pada jumpa pers Rabu (16/9) di Markas Ozone – Jalan Bandung, Manokwari.

Masih dalam aksi longmarch sebut Edison, ada gerakan menyalakan seribu lilin dan seribu bunga perkabungan persoalan kemanusiaan di Kabupaten Teluk Bintuni. Ketiga membuat dialog publik terkait persoalan ini dengan melibatkan praktisi hukum, pihak gereja, aparat TNI – Polri, LSM dan masyarakat adat dan lainnya serta menghadirkan keluarga korban.

“Besok tim solidaritas akan surati Polres Manokwari dan Polda Papua Barat sekaitan dengan aksi ini. Bagi kami, persoalan di Bintuni bukan masalah suku, tapi masalah kemanusian yang melanggar HAM berat. Aksi nanti adalah aksi damai. Satu harapannya masalah ini segera dituntaskan dan kedepan tidak lagi terjadi,” kata Edison sembari mengajak semua elemen masyarakat yang hendak bergabung mengikuti aksi dimaksud.

Sebelumnya, Ketua Jaringan Advokasi Kebijakan dan Anggaran (Jangkar) Papua Barat, Metuzalak Awom, SH mengharapkan penanganan serius dari aparat penegak hukum atas penyelesaian kasus Frelika. Polda Papua Barat dan aparat terkait, menurutnya perlu turun tangan agar kasus sadis ini cepat terungkap.“Dari sisi kemanusian, kami juga ikut mengutuk perbuatan yang sangat sadis itu. Perkara ini harus segera dituntaskan,” sorotnya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap keluarga korban, Metuzalak mengaku siap membantu. Ia bersama rekan – rekannya akan membentuk tim advokat untuk mengawal pengungkapan kasus ini hingga selesai. “Saya akan berkoordinasi dengan rekan advokat untuk kemudian membentuk tim advokat guna membantu keluarga korban,” janjinya.

Ketua Punguan Silahisabungan Boru Dohot Bere Se – Manokwari, Oloan Tambunan mendukung penuh aksi Solidaritas Kemanusiaan dan Keadilan Terhadap Pembunuhan Frelika. Ia pun mengajak warga Batak untuk ambil bagian turun ke jalan bersama elemen masyarakat lainnya pada Jumat pagi besok.
“Mari kita suarakan keadilan bagi keluarga korban agar ada kepastian hukum. Kita jangan menutup mata, tapi bersama suarakan keadilan sebagaimana harapan kita semua,” pungkasnya. |IMRAN