Suasana ibadah pemakaman.

Sopir hilux lakalantas Momiwaren serahkan diri ke Polres Bintuni

Dikira pelaku, Petrus Tanan dipanah warga, mobilnya dirusak

BINTUNI, Cahayapapua.com— Sopir hilux warna hitam yang terlibat dalam peristiwa tabrakan maut di Distrik Momiwaren, Manokwari Selatan, berinisial AM (40 tahun) telah telah diamankan aparat Polres Teluk Bintuni, sejak Rabu (6/12) malam sekitar pukul 22.00 WIT.

Selain sopir Hilux dengan nomor polisi PB 8320 ML, polisi juga mengamankan satu orang (saksi) yang bersama AM yang semobil dengan AM pada saat peristiwa naas itu.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Andriano Ananta, SIK, Kamis (7/12) mengatakan, pihaknya langsung bergerak ketika mendapat informasi dari Polres Manokwari soal peristiwa ini.

“Personil saya perintahkan mencegat jalan masuk ke Bintuni, maupun bengkel –bengkel serta tempat -tempat yang memungkinkan kendaraan itu disembunyikan,” kata Kapolres.

Lebih lanjut, Andriano menjelaskan usai menyisir Bintuni Kota dan sekitarnya, pada pukul 22.00 WIT yang bersangkutan menyerahkan diri.

“Yang bersangkutan punya itikad baik untuk menyerahkan diri, bukan melarikan diri atau hendak menghilangkan barang bukti,” katanya.

Menurut Kapolres, AM tetap menjalankan kendaraannya ke arah Bintuni, karena kuatir keselamatan nyawanya jika tetap berada di TKP.

Disinggung hasil pemeriksaan awal, Andriani mengutarakan belum mengetahui seperti apa kronologi kejadiannya. Begitupula penyebab kecelakaan tersebut.”Untuk surat -surat kendaraan pada saat menyerahkan diri kita amankan, tidak ada Surat Izin Mengemudinya (SIM) dengan alasan tertinggal. Dan yang bersangkutan tidak dipengaruhi miras, cuma trauma,” ungkapnya.

Kapolres mengatakan kewenangan  untuk menyidik berada di Polres Manokwari. “Ini kita lagi koordinasi dengan Polres Manokwari soal pengiriman pelaku dan saksi. Jika lewat jalan darat pasti tidak bisa, karena jalannya di palang dan riskan,” katanya.

AM saat dikonfirmasi mengenai insiden yang dialaminya menuturkan, pada saat awal kejadian, dia melaju dari arah Ransiki menuju Bintuni, setibanya di TKP tepatnya di tikungan dekat Puskemas Momiwaren, tiba -tiba ada kendaraan roda dua melaju kearah mobil yang dikendarainya. Sontak tabrakan tak terhindarkan.

“Setelah tabrakan saya sempat singgah (berhenti) sebentar, tapi karena tidak aman jadi saya kembali melaju ke arah Bintuni,” ceritanya.

AM mengaku bahwa mobil miliknya bukan kendaraan angkutan. Dia hanya membawa barang -barang perlengkapan untuk pekerjaan proyek drainase di wilayah Gunung Botak, (Mansel).

Warga yang kesal juga merusak mobil dan memanah seorang sopir bernama, Petrus Tanan (37 tahun) yang menjadi korban salah sasaran.  Peristiwa bermula ketika warga mencari mobil yang menabrak kerabatnya sesaat setelah peristiwa itu.

Setelah melihat mobil hilux parkir di lapangan Kampung Mawi, sontak mereka beraksi memecahkan kaca dan memanah sopir yang sedang berada dalam kendaraannya.

Seorang saksi, Pardi (36 tahun) datang merelai dan melawan para pelaku pengrusakan, setelah itu saksi langsung mengambil alih kemudi mobil dan membawa lari korban ke RSUD Bintuni untuk mendapat pertolongan medis. (ART)

Leave a Reply

%d bloggers like this: