Ilustrasi

SPBU di Manokwari Diblokir, 2 Jam Layanan Lumpuh

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Sekelompok warga memblokir satuan pengisian bahan bakar umum atau SPBU yang terletak di bilangan Jalan Yos Sudarso, Manokwari, Kamis, 23 Oktober 2014, sejak pukul 12.00 WIT. Negosiasi yang alot membuat layanan di SPBU ini terhenti selama kurang lebih 3 jam.

Aksi ini dipicu oleh sengketa tanah antara pemilik SPBU dengan warga yang merasa bahwa tanah tersebut adalah miliknya. Sebenarnya, sengketa tanah ini telah melalui proses peradilan formal yang memenangkan pemilik SPBU, Simanjuntak.

Namun warga bersikukuh hal itu belum menyelesaikan soal. Warga mengaku memblokir lokasi ini atas perintah Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay, sebab sengketa tanah ini juga  menunggu proses penyelesaian secara adat.

“Tanah ini masih dalam pengawasan adat,” kata salah satu warga adat, Edi Kawap yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat lokasi ini.

Warga menempuh jalur adat karena menurut meraka sejumlah bukti yang diajukan oleh Simanjuntak adalah palsu. “Diam-diam tanah ini di rekayasa. Sejumlah barang bukti yang tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan tanah diajukan di persidangan, sebab mereka orang berduit, sehingga keadilan mereka bisa di beli,” tukas Edi

Akibat aksi yang dimulai sekitar pukul, 12.00 WIT hingga pukul 15.00 ini, sejumlah warga yang akan melakukan pengisian bahan bakar terpaksa mengurungkan niatnya. Sejumlah pengendara terpaksa membeli BBM eceran di pinggir jalan.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi kericuhan, aparat dari Polsek kota Sanggeng tiba di lokasi. Mereka bernegoisasi dengan warga, hingga warga mengijinkan kendaraan melakukan pengisian di SPBU. Warga juga secara sukarela meyingkirkan kayu yang memalang SPBU. Masalah ini akan dimusyawarahkan masing-masing pihak pada Senin pekan depan di markas Polres Manokwari. |TAKDIR

Editor: Patrix B. Tandirerung

Tinggalkan Balasan