RSUD Manokwari

Status RSUD Manokwari Diperjuangkan dari Tipe C ke B

MANOKWARI, Cahayapapua.com Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, Papua Barat, sedang memperjuangkan perubahan status dari tipe C ke tipe B.

“Apa yang disyaratkan untuk rumah sakit tipe C, kita sudah melebihi syarat tersebut. Untuk itu, ada baiknya kita proses menjadi rumah sakit tipe B, apalagi Manokwari sebagai ibukota provinsi,” kata Direktur RSUD Manokwari, dr. Firman, Kamis (10/3/2016).

Dia menyebut jumlah dokter anak, kebidanan, bedah, dan penyakit dalam sudah lebih dari cukup. Untuk rumah sakit tipe C, jumlah mereka sudah melampaui batas.

“Dokter anak sekarang sudah ada tiga yang standbay, satu sedang melanjutkan pendidikan. Untuk tipe C, dokter anak cukup satu, sementara kita sudah punya empat,” ujarnya.

Jumlah dokter spesialis lain seperti penyakit kulit, gigi, dan mata, kata dia, sudah memenuhi syarat bagi rumah sakit tersebut untuk naik menjadi tipe B.

Dia menyebut, untuk jumlah sumber daya manusia baik perawat maupun staf yang berstatus pegawai negeri saat ini sudah mencapai 300 orang. Jika diakulumulasi dengan tenaga honorer, magang dan security jumlah mereka sudah lebih dari 400 orang.

“Syarat untuk tipe C cukup 200 orang lebih sedikit. Sehingga, dari sisi sumber daya manusia kita sudah sangat kelebihan,” katanya, seraya menambahkan, untuk menjadi rumah sakit tipe B, pemerintah daerah tinggal menambah sedikit jumlah SDM.

Firman menjelaskan, proses akreditasi C saat ini sedang dalam proses. Jika sudah memperoleh akreditasi C, pihaknya akan segera memproses pengajuan tipe B.

Dia menambahkan, dalam kondisinya saat ini RSUD Manokwari belum bisa melaksanakan layanan computerized tomography scan (CT-scan).

“Kalau pun pemerintah sudah membelikan kita alat CT scan, itu akan percuma, sebab pasien yang mendapatkan layanan tersebut tentu membutuhkan upaya tindak lanjut yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit tipe B,” katanya.

Menurut dia, setiap pasien yang membutuhkan layanan CT scan, membutuhkan penanganan subspesialistik berdasarkan penyakit yang diderita.

“Untuk tenaga kita bisa latih antara satu hingga dua bulan sudah cukup, begitu ruangan, di rumah sakit ini sudah cukup tersedia. Namun kita harus naikan dulu status rumah sakit menjadi tipe B, agar pelayanan kita lebih maksimal,” kata dia menambahkan. | RIZALDY

Tinggalkan Balasan