Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi.

Studi Awal Pembangunan Bandara Wondama Segera Dilaksanakan

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat akan segera mengalokasikan anggaran untuk melakukan studi awal atas pembangunan bandar udara baru di daerah tersebut.

“Bandara lama yang ada wilayah Distrik Wasior sudah sulit dikembangkan, karena berada di lokasi pemukiman warga. Pemerintah daerah bersama masyarakat adat sudah menyiapkan lahan baru,” kata Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Barat Alfonsius Maryanto beberapa waktu.

Pemerintah Teluk Wondama, kata dia, berencana menyiapkan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2016. Diharapkan, hal terealisasi sehingga studi awal lahan baru itu bisa segera dilaksanakan.

Dia mengutarakan, pemerintah Teluk Wondama menyiapkan tiga lokasi untuk pembangunan bandara tersebut. Studi awal dilakukan untuk memastikan di tiga lokasi tersebut.

Beberapa waktu lalu, ujarnya, ia bersama Bupati Teluk Wondama Bernadus A Imburi dan Kepala Dinas Perhubungan setempat sudah melakukan konsultasi bersama kementerian. Kala itu Bupati meminta Kementerian mengutus tim teknis untuk meninjau lokasi yang cocok dari tiga lokas tersebut.

“Nanti hasil dari studi awal itu pun akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan, dan selanjutnya Kementerian yang akan menentukan. Dari tiga lokasi tersebut mana tepat dan layak untuk pembangunan Bandara,” kata dia.

Dia mengutarakan, setelah studi awal selesai tahun 2017 mendatang Dinas Perhubungan Provinsi akan melakukan studi master plan atau rencana induk pembangunan bandara tersebut.

Sebelum studi master plan dilakukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, agar studi dan penyusunan master plan tersebut berlangsung lancar.

“Presiden saat berkunjung ke Teluk Wondama menyatakan bahwa, pemerintah pusat siap membangun bandara baru asalkan pemerintah daerah menyiapkan lahan. Ini keseriusan pemerintah yang harus segera disambut,” katanya lagi.

Menurut dia, jika studi master plan dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal)  rampung pada 2017, prakonstruksi bandara tersebut sudah dapat dilaksanakan tahun 2018. (IBN)

 

 

Tinggalkan Balasan