Anna Marpaung

Suami status terdakwa, Anna curahkan isi hatinya

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Anna Marpaung, akhirnya tak kuasa menahan dan menyembunyikan kesedihan, lantaran sang suami Yanuarius Renwarin (YR) diseret dalam dugaan korupsi pembangunan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, hingga ditetapkan sebagai terdakwa.

Penulis : Adlu Raharusun

Anna pun mencurahkan isi hatinya terkait sejumlah aset yang bernilai miliaran rupiah, raib disita oleh penyidik. Seperti rumah, ruko, dua unit kendaraan roda empat serta rekening tabungan milik keluarga pun diblokir.

Diceritakan, bersama sang suami YR, pertama kali menginjakan kaki di Manokwari pada tahun 1979 silam.

Saat itu bahan pangan maupun sandang, terbilang sangat mahal, sehingga keduanya berinisiatif berkebun dan kemudian menjual hasilnya.

“Kami buka kebun di pekarangan perumahan dosen. Hasil kebun yang dijual berupa sayur mayur dan buah pepaya,” kisah Dosen Ilmu Statistik Kehutanan Universitas Papua ini.

Selain menjual hasil kebun, dia dan suami di tahun 1983, mulai mengembangkan mikro usaha ayam potong dengan bermodalkan 200 ekor ayam setiap bulannya.

“Kami juga mengembangkan bisnis usaha sandang seperti, tas pakaian dan sepatu wanita. Tujuan-nya untuk menambah pendapatan rumah tangga di samping bekerja sebagai dosen,” kata Anna yang meniti karier sejak 1980 an.

Sejak menjalani profesi sebagai seorang dosen tetap, diapun kerap mengikuti kegiatan di luar daerah dan kesempatan itu selalu dimanfaatkan untuk membeli barang dagangan seperti tas, baju dan sepatu untuk dijual kembali di Manokwari.

“Hasil dagangan itu saya tabung  dan dipake beli tanah. Di tahun 2002 lalu, saya beralih dengan membuka bisnis berlian yang dibeli dari Medan,” kenangnya.

Dari hasil bisnis berlian itulah, buka Anna, keuntungannya dipakai membeli lima unit rumah type 36 di tahun 2007. Kemudian kembali membeli satu unit ruko tahun 2009 dan satu ruko di perumahan Bumi Marina di tahun 2010.

Bisnisnya tak berhenti di situ, Anna juga memanfaatkan hasil penelitian suaminya (Yanuarius Renwarin, red) tentang sari buah merah.

“Suami saya saat itu meneliti sari buah merah yang khasiatnya cukup membantu kesehatan. Hasil penelitiannya saya manfaatkan untuk membuka bisnis buah merah. Dari bisnis buah merah hasilnya bisa saya beli dua unit mobil, Yaris tahun 2008 dan Inova tahun 2009,” tuturnya.

Suami terjerat korupsi, harta ludes disita

Sejak YR yang mantan ketua harian KONI Papua Barat ditetapkan sebagai tersangka 2016 silam, menjadi terdakwa, beberapa harta dan aset keluarga sementara disita oleh Negara melaui Penyidik Tipikor Polda Papua Barat.

“Semua hasil kerja kami selama ini disita. Penyidik menuduh harta itu hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sehingga harta kami disita dan rekening diblokir,”keluhnya.

“Saya rasa ini tidak adil, karena semua data mengenai hasil penjualan berlian dan sari buah merah telah saya berikan sebagai bahan pertimbangan penyidik. Saya percaya mereka (penyidik, red), maka saya berikan melalui pengacara kami,” curhatnya.

YR didudukan sebagai terdakwa atas dugaan tindak pidana pencucian uang dalam proyek pembangunan gedung kantor KONIPapua Barat senilai Rp 43 miliar. Dalam kasus ini juga telah menghukum mantan ketua harian KONI Papua Barat tahun 2013, Albert Rombe. (***)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: