Deretan kios di Pasar Sentral Iriati yang belum diisi pedagang. Sejak relokasi pedagang baru 30 persen kios yang beroperasi.

WASIOR, Cahayapapua.com— Sudah tiga pekan berlalu semenjak dilakukan relokasi pedagang Pasar Soyar, Wasior ke Pasar Sentral Iriati. Namun hingga kini sebagian besar kios di Pasar Iriati masih belum terisi.

Mandor Pasar Sentral Iriati Rais Rasyid, Rabu (24/1) menyebutkan, untuk kios tambahan yang bangunannya semipermanen, sejauh ini baru sekitar 30 persen yang terisi.  Sementara untuk kios yang sudah permanen, yang sudah terisi sekitar 70 persen.

“Sebagian masih tutup alasannya masih belanja barang. Sebenarnya dari Dinas Perindagkop sudah kasih batas waktu sampai tanggal 20 Januari kalau tidak diisi maka akan diberikan ke yang lain. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan juga, “ kata Rais ditemui di Pasar Iriati.

Rais mensinyalir ada sebagian pedagang eks Pasar Soyar yang memilih tidak berjualan di Pasar Iriati karena kondisi pasar yang masih sepi pembeli.

“Mereka memilih sewa tempat di pinggir  jalan seperti di Miei atau Karumatiri karena di sini sepi pembelinya. Jadi mereka hanya sesekali datang buka kios tapi tidak berjualan, “ terangnya.

La Rudi, seorang penjual ikan mengakui sejauh ini belum banyak pembeli yang datang berbelanja di Pasar Sentral Iriati meskipun Pasar Soyar sudah resmi ditutup. Meski begitu, dibandingkan sewaktu Pasar Soyar masih beroperasi, jumlah pembeli sudah jauh lebih meningkat.

“Untuk pasar ikan, memang masih sepi juga tapi sudah agak lumayan daripada yang dulu. Tapi yang ramai itu hanya pagi saja, karena di atas jam 12 banyak penjual di sini pindah ke Pasar Sore (di Waskam) jadi di sini langsung tutup karena tidak ada yang datang beli lagi, “ ujar Rudi.

Itu sebabnya para pedagang berharap Pemda juga menertibkan Pasar Sore di Waskam sehingga aktivitas jual beli benar-benar terpusat di Pasar Sentral Iriati.

“Kalau Pasar Sore itu dikembalikan fungsinya seperti dulu hanya untuk berjualan sayur di sore hari, pasti pedagang semua pindah ke sini. Tapi di sana kan juga jual barang campuran, jual ikan dan lainnya jadi orang lebih memilih beli di sana karena kalau ke Iriati jauh, harus buang ongkos ojek lagi, “ kata Rais. (brv)

Leave a Reply