Ilustrasi

Sumbangan sektor pariwisata untuk PAD di Kaimana nol

KAIMANA, Cahayapapua.com— Sejak Kabupaten Kaimana terbentuk hingga tahun 2017 ini, sumbangan sektor pariwisata bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kaimana selalu nol. Hal ini disebabkan penetapan tarif retribusi pariwisata belum diatur dalam Peraturan Daerah, ditambah fasilitas pendukung pada setiap objek pariwisata juga belum tersedia secara optimal.

Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kaimana, Labania membenarkan hal ini. Kepada wartawan di Ruang Kerjanya belum lama ini ia menjelaskan, tidak adanya kontribusi dari sektor pariwisata disebabkan pengelolaan obyek-obyek pariwisata sendiri selain belum masuk dalam peraturan daerah, juga objek pariwisata yang ada belum ditata secara baik sehingga menyulitkan pihaknya untuk melakukan pungutan.

Dijelaskan, pariwisata masuk retribusi jasa usaha dengan nama obyeknya retribusi tempat rekreasi dan olahraga. Dalam pengelolaannya, ada jasa timbal balik yang harus diterima oleh kedua belah pihak, dalam hal ini Pemerintah Daerah selaku pihak yang melakukan pungutan dan masyarakat yang akan menikmati. Selama ini, obyek retribusi tempat rekreasi dan olahraga ini belum memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD.

“Memang benar kontribusinya untuk PAD selama ini masih nol karena tidak ada objek pariwisata di Perda lama. Karena tidak ada makanya kami tidak berani melakukan pungutan. Tetapi di Perda baru semua obyek yang terkait dengan potensi pariwisata sudah terakomodir. Hanya saja terkait optimalisasi pungutan, kita masukkan kilo 14, triton dan pantai bantemi. Ketika Perda jadi kita sudah bisa lakukan pungutan. Hanya saja yang namanya retribusi itu ada jasa timbal baliknya, yakni tempatnya disiapkan dan kita bayar retribusi,” jelas Labania.

Ditambahkan, mulai tahun 2018, pengelolaan objek pariwisata dan penarikan retribusi akan dioptimalkan. Untuk mendukung itu, instansi terkait disarankan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. “Tahun 2018 kita mulai berlakukan tarif. Kita sudah lihat beberapa lokasi, terutama di pantai bantemi, kilo 14 dan triton. Untuk tahap awal kita akan gunakan sistim manual menggunakan karcis, sambil terus sosialisasi dengan memajang papan informasi tarif disepanjang pinggir pantai atau tempat strategis lainnya,” ujarnya lagi. (isa)

Tinggalkan Balasan