MANOKWARI, Cahayapapua.com— Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua Barat yang dipimpin langsung Kepala Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Makambàk Matias, Kamis (16/11), melaksanakan kegiatan pemetaan wilayah adat dengan pilot project Suku Sumuri Distrik Tofoi di Manokwari.

Dalam kegiatan tersebut Makambak berharap Biro Administrasi Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua Barat dapat berperan membantu masyarakat mendapatkan hak-haknya sesuai amanat UU no 21 Tahun 2001.

“Sosialisasi ini akan menjadi pilot project untuk daerah lain yang sampai saat ini  belum melakukan pemetaan wilayah adat mereka secara baik, yang dikaji secara mendalam oleh instansi yang mempunyai legalitas untuk menyakinkan publik,” kata Makambak.

Dia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendengar, melihat secara langsung di lapangan batas hak-hak masyarakat yang selama ini dikelola, apakah sudah menyentuh masyarakat atau belum karena. Ini karena selama ini masyarakat beranggapan bahwa batas-batas hak mereka selalu diterobos pihak ketiga sehingga kadang menimbulkan konflik lahan.

Sementara itu Robert Rumbekwa, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Otonomi Khusus mengatakan Pemprov Papua Barat berkomitmen memastikan batas wilayah masyarakat adat Papua.

Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan pedoman dan kejelasan mengenai batas-batas wilayah adat yang dimiliki setiap pemilik wilayah adat masing-masing di wilayahnya.

“Dengan data batas wilayah adat yang akurat, dapat membantu pemerintah memperjelas hak-hak ulayat masyrakat adat di Provinsi Papua Barat, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat asli Papua,” kata Robert. (cr-79)

Leave a Reply